City Tour Bandung, Wisatawan Belanda Terperosok Trotoar

0
90
Walikota Bandung mengjungi turis Belanda yang terpelosok di trotoar (Foto: beritasatu.com)

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Memalukan memang. Nasib malang menimpa wisatawan asal Belanda. Saat asyik menikmati wisata sekaligus mengenang kota Paris Van Java, malah terperosok ke trotoar berlubang di Jalan Ir H Djuanda. Marion (51), sang wisatawan terpaksa harus menjalani rawat inap, akibat mengalami patah tulang. Dua ruas pada kaki kirinya dan patah tiga rusuk kanannya

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta maaf secara langsung kepada wisatawan yang dirawat di Rumah Sakit Borromeus tersebut. Dia juga menyatakan seluruh biaya perawatan, biaya penginapan selama di Bandung, termasuk akomodasi perjalanannya kembali ke Bandung menjadi tanggungan Pemerintah Kota Bandung. “Dalam dua hari beliau sudah bisa pulang,” kata Ridwan usai menjenguk Marion di rumah sakit,

Untungnya, sambung Wali kota, penanganan terhadap wisatawan Marion terbilang cepat berkat pertolongan seorang warga bernama Sazkia Rosseina Gaziscania yang melintasi lokasi kejadian. “Patut diapresiasi sebagai orang Bandung yang sangat baik dan punya rasa kemanusiaan,” ujar Ridwan.

Seperti dilansir Beritasatu.com, Jumat (06/10/2017) Wali kota mengawali karir sebagai arsitek menitip pesan kepada Panorama Tour, biro perjalanan yang mendampingi Marion dan suaminya berwisata ke Bandung. Suatu saat apabila mereka kembali berlibur ke Bandung, biro perjalanan itu diminta menghubunginya. Seluruh biaya liburan pasangan suami istri ditanggung Ridwan karena liburannya kali ini terganggu musibah trotoar berlubang.

Terkait infrastruktur yang buruk itu, Ridwan mengaku dirinya sudah memberikan teguran kepada jajarannya agar tidak ada kejadian serupa. “Kita doakan ini yang terakhir tidak akan terjadi lagi bagi wisatawan yang berlibur ke Bandung,” tandasnya serius.

Diakuinya, Sejak jadi Walikota, semua infrastruktur diperbaiki di semua wilayah di Bandung, agar wisatawan menjadi lebih nyaman. “Saya perintahkan langsung dinas PU tidak hanya Jalan Dago saja, tetapi semua jalan di Bandung yang belum mendapatkan proyek trotoar harus di-scanning, pastikan minimal tidak ada yang berlubang-lubang dan membahayakan,” tegasnya.

Kejadian memalukan ini sempat menjadi buah bibir warganet. Orang yang pertama kali mengunggahnya adalah Sazkia, warga yang menolong Marion dan suaminya usai terperosok ke dalam lubang di trotoar tersebut. Sazkia membagi ceritanya lewat Facebook.

“Hai Kang Ridwan Kamil, selamat ulang tahun ya. Semoga sehat selalu. Anyway, kali aja ada waktu untuk baca cerita saya semalam. Foto ini diambil seizin Herman dan Marion, dua turis asal Belanda yang sedang berlibur di Bandung, Indonesia. Kebetulan saya baru pulang naik motor berdua si adik, dan mendengar ada suara rintihan minta tolong di trotoar seberang pom bensin Dago, tepatnya di nomor 399. Tadinya mau cuek karena kami dalam kondisi kehujanan dan membawa cucian. Tapi hati berkata lain, adik saya ngerem, saya pun berujar, ‘Lihat dulu yuk, siapa tau butuh pertolongan dan ternyata Marion, usia 51 tahun, terjeblos di trotoar yg bolong. Katanya kakinya patah, sehingga ia tidak bisa berdiri. Ada suaminya, Herman yg terlihat panik. Saya sendiri tidak berani melihat lukanya. Ada seorang anak SMA yg membantu penerangan dengan senter dari HPnya,” tulis Sazkia, Rabu (4/9).

Sazkia menyayangkan kondisi trotoar yang berlubang tersebut apalagi hingga memakan korban. “Teman-teman yang suka jalan kaki, hati-hati ya semuanya. Dalam keadaan jalan yang gelap, kita suka enggak awas dengan kondisi trotoar yang ternyata bisa membahayakan. Kalau sampai jatuh begini, fatal sekali akibatnya, bisa sampai patah tulang. Semoga kita semua dalam keadaan sehat, dan PU segera memperbaiki yang rusak-rusak,” tulisnya

Sazkia melengkapi unggahannya dengan foto. Terlihat Herman memeluk istrinya Marion yang terperosok ke gorong-gorong. Ada juga foto yang menunjukkan Marion sudah dibawa menggunakan ambulans PMI. (*/BSC)

LEAVE A REPLY