Cherie Blair Foundation For Women Berdayakan Wanita Di 90 Negara Lewat Training Online

0
161

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Cherie Blair Foundation for Women mengadakan roadshow di lima kota di Asia Tenggara untuk memberikan kesempatan pada para wanita memiliki keuangan yang mandiri dan mengembangkan bisnis melalui training online, kata Allison Khan, Director Mentoring Women in Business Programme organisasi itu, hari ini (6/7)

“ Kami mengunjungi Jakarta, Bangkok, Yangoon, Ho Chi Minh City dan Hanoy untuk bertemu dengan para mentee di setiap negara serta para alumni yang sudah bisa menjadi mentor pula untuk saling bertukar informasi serta kiat-kiat sukses,” katanya.

Menurut Allison, yayasan yang didirikan oleh Cherie Blair, istri mantan PM Inggris Tony Blair ini ingin memberdayakan kaum wanita di seluruh dunia sehingga mereka bisa memiliki penghasilan sendiri yang dapat meningkatkan taraf hidup dan ekonomi keluarga,” tambahnya.

Hadir di Hotel Le Meredien, Jakarta bersama Emily Gilfillan, Programme Manager, dia menambahkan bahwa kunjungannya sekaligus mengajak kalangan pengusaha wanita Indonesia untuk berpartisipasi dalam program berikutnya mulai November 2017 dimana pendaftaran sudah dibuka Agustus mendatang melalui website: www.cherieblairfoundation.org.

Pemred bisniswisata.co.id, Hilda,  bersama Emily ( kiri) dan Allison ( kanan). Portal berita wisata ini satu dari 20 UMKM yang menjadi mentee Cherie Blair Foundation

“Syaratnya tentunya punya usaha sendiri, bisa berbahasa Inggris dan melek internet. Kunjungan kami berdua ke Jakarta untuk sosialisasi dan mengajak  calon pengusaha wanita binaan yang tertarik mengikuti training online untuk rekrutmen November 2017, “ kata Allison.

Pihaknya akan mencarikan pembimbing  ( mentor) bisnis yang tepat bagi tiap peserta dengan menyesuaikan bidang usaha yang di geluti. Para mentor umumnya pengusaha sukses yang mau jadi relawan dan membimbing dengan ikhlas.

“Kegiatan mentoring dasarnya adalah kepercayaan ( trust ) dan saling respek antara mentor dan mentee ditambah dengan kecanggihan tekhnologi sehingga pertemuan bisa dilakukan melalui dunia maya dan program dapat berjalan lancar,” kata Allison.

Program mentoring relationship di mulai tiap November, setelah itu akan ada performance tracking pertama di bulan Desember untuk menilai apakah antara mentor dan mentee sudah memiliki kecocokan.

“ Selanjutnya dilakukan lagi performance tracking ke dua di bulan April/Mei dan yang ke tiga pada Juli/Agustus  hingga akhirnya di bulan November kami akan mendapatkan final feedback dari para mentor dan mentee. Akhirnya di bulan Desember para peserta mendapatkan sertifikat setelah mempraktekan ilmu yang bermanfaat,” tambah Emily Gilfillan.

Para mentee di Jakarta dan calon mentee berfoto dan berbagi informasi bersama. ( foto: HAS)

Selanjutnya ada program lanjutan untuk para alumni apakah melanjutkan kegiatan mentee di tahun kedua atau langsung menjadi mentor berbagi ilmu dengan kaum wanita lainnya di berbagai belahan dunia, jelas Emily.

Menurut dia, dari feedback para mentee, mereka mengaku 96% mampu membangun kepercayaan di level yang lebih tinggi. 96 % lainnya bisa mengembangkan bisnis dengan baik dan mampu mengatasi kesulitan-kesulitan bisnis yang dihadapi.

“Setelah training 92% mengaku keahlian bisnisnya bertambah, 77% mendapat pasar baru, 91% mentee mengaku lebih profesional dalam berbisnis dan 75% menyatakan mendapat pekerjaan baru lainnya,” kata Emily.

Data tahun 2015 Cherie Blair Foundation for women telah memberdayakan 136.000 wanita pengusaha dari 90 negara. Sedikitnya ada 6 proyek yang berhasil dikembangkan di Nigeria, India, Lebanon, Palestina, Israel dan Mexico.

“ Untuk pemberdayaan wanita ini kami bekerjasama dengan 12 perusahaan global, yayasan dan institusi lainnya untuk memperkuat jejaring baik bagi organisasi maupun para mentee,”

Ketika para pengusaha wanita bersatu maka tercipta banyak lapangan kerja baru karena sesama mentee maupun mentor terhubung dan saling membutuhkan jasa-jasa yang ditawarkan sehingga dalam komunitas itu sendiri juga muncul peluang-peluang baru. ( Hilda Ansariah Sabri).

 

LEAVE A REPLY