Sofia, Chatbot Kuliner bagi Turis Muslim Ke Luar Negeri

0
57
Aplikasi halal

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Menemukan makanan halal saat berwisata di luar negeri kadang tak selalu mudah. Saat memutuskan belajar di Korea Selatan lima tahun lalu, Mikhail Goh, seorang Muslim tinggal di Singapura, berpikir tidak akan sulit menemukan makanan halal di negara yang merupakan salah satu kota paling kosmopolitan tersebut.

Namun, untuk menemukan makanan halal di Korea tidaklah semudah di Singapura. Di Negeri Singa, dia hanya tinggal melakukan pencarian pada situs makanan terkenal seperti HungryGoWhere. Sementara, di Indonesia, lebih mudah lagi untuk menemukan makanan halal.

“Jika ada situs web yang membicarakan makanan halal di Korea Selatan, tempat makan itu sulit ditemukan, atau setiap informasi yang kutemukan kurang berguna. Sering kali, sebagai seorang wisatawan Muslim, Anda harus membuat keputusan berdasarkan informasi yang terbatas,” ujarnya, seperti disampaikan dalam keterangan resmi, Kamis (17/5/2018).

“Haruskah saya menempuh perjalanan tersebut? Perjalanannya sekitar 40-45 menit berkendara, hanya berdasarkan sebuah gambar yang tidak jelas, dan sangat sedikit informasi yang bisa dipercaya,” urainya.

Beberapa tahun kemudian, karena putus asa dengan kurangnya informasi online, ia bersama istrinya membuat Have Halal, Will Travel (HHWT). HHWT adalah platform konten yang membantu setiap wisatawan Muslim melakukan perjalanan tanpa bantuan pemandu wisata.

Mereka mulai memperkenalkan platform melalui sebuah artikel tentang bagaimana menemukan makanan lokal halal seperti dim sum di Hong Kong. yang akhirnya bertumbuh menjadi ratusan artikel dan rekomendasi di situs itu, serta aplikasi mobile dan saluran media sosial.

HHWT hadirkan setiap rekomendasinya dari komunitas kontributor dari berbagai belahan dunia, seperti London hingga Bangkok. Seringkali, penulis lakukan perjalanan atau hidup di kota-kota tersebut selama bertahun-tahun, memberikan wawasan otentik bagi setiap wisatawan cara menemukan makanan halal lokal yang terbaik, tempat beribadah, apa saja harus diperhatikan saat mengunjungi destinasi itu.

HHWT kini menjangkau lebih dari sembilan juta Muslim di Singapura, Malaysia, dan Indonesia dalam setiap bulannya. Platform ini juga memberikan informasi untuk membantu setiap wisatawan merencanakan perjalanan ke destinasi-destinasi populer seperti Hong Kong, Jepang, London, Melbourne, dan Korea Selatan.

Chatbot

Jumlah pembaca situs platform terus bertambah, HHWT perlu mengembangkan infrastruktur back-end-nya untuk melayani ketertarikan dan permintaan basis penggunanya yang terus berkembang dengan cepat. “Satu pertanyaan yang ditanyakan tim HHWT kepada diri mereka sendiri adalah bagaimana dapat melayani 8.000 pengguna yang mencari pilihan makanan halal di Tokyo di platform seperti Facebook, email atau komentar website setiap hari?” jelas Mikhail.

Akhirnya ditemukanlah jawaban bahwa HHWT memerlukan sebuah chatbot. Menggabungkan teknologi awan Azure dari Microsoft dan teknologi Language Understanding Intelligence Services (LUIS), chatbot HHWT kini dapat menjawab hampir semua pertanyaan para wisatawan melalui platform tersebut.

Chatbot bernama Sofia, nama yang dipilih melalui voting para pengguna, ini online selama 24 jam dalam 7 hari. Sofia membantu setiap wisatawan dengan pertanyaan-pertanyaan mereka dari berbagai belahan dunia, tidak terbatas zona waktu di mana mereka berada. Dengan Sofia, tim HHWT kini dapat secara signifikan meningkatkan engagement mereka dengan penggunanya setiap hari.

“Kami menciptakan Sofia, sederhananya karena orang-orang menanyakan kepada kami pertanyaan-pertanyaan yang kami rasa dapat dijawab dengan mudah melalui otomasi,” ujar Mikhail.

Melalui respons dan umpan balik setiap pengguna, HHWT kini dapat menganalisa dan menjelaskan sesuai dengan konteks semua masukan tersebut untuk memberikan konten-konten yang lebih disesuaikan secara personal bagi setiap pengguna individu, sehingga melayani kebutuhan pelanggan menjadi lebih baik.

Sofia dipersiapkan dalam waktu cukup singkat. Tim HHWT mempercayai peralatan yang disediakan Microsoft pada sistem komputasi awan untuk menciptakan Sofia, dengan bantuan mitra teknologi PleoData. Platform awan Azure hadir dengan application programming interface (API) untuk QnA Maker; yang menjadi fondasi bagi tim tersebut untuk membuat jawaban pada pertanyaan yang sering ditanyakan.

LUIS dari Microsoft memungkinkan para perancang chatbot menggambarkan rangkaian data yang sudah ada, memudahkan tim menganalisa apa yang ditanyakan setiap pengguna. “Menurut saya salah satu keuntungan terbesar menggunakan Microsoft Azure adalah QnA Maker,” kata Rachel Tan, Managing Director PleoData.

“Teknologi ini memungkinkan perusahaan apapun bisa membuat sebuah chatbot dalam waktu kurang dari 7 hari kerja, yang merupakan sebuah kemampuan cukup luar biasa.” sambungnya.

HHWT telah memiliki daftar pertanyaan yang sering ditanyakan (FAQs), kemudian dimasukkan ke dalam QnA Maker. Meskipun hal tersebut cukup untuk menghidupkan sebuah chatbot sebagai mana mestinya, tim melangkah lebih jauh dengan melakukan penyesuaian chatbot tersebut sehingga dapat menawarkan lebih banyak konten-konten yang lebih pintar kepada setiap pengguna.

Decision Tree

Saat ini, Sofia memiliki kemampuan yang dikenal sebagai decision tree yang memungkinkan setiap pengguna mempersempit jawaban yang mereka cari. Di masa yang akan datang, proses ini akan menjadi lebih sederhana dan lebih berdasarkan intuisi. Sistem akan secara otomatis menjawab pertanyaan dengan pengertian yang lebih mendalam, tanpa perlu mencari klarifikasi lagi.

Langkah selanjutnya, HHWT akan melibatkan mereka untuk memperdalam teknologinya dengan pembelajaran mesin. Seiring dengan rangkaian data yang semakin besar yang diperlukan untuk menjalankan chatbot, HHWT akan mampu mengembangkan konten yang kontekstual dan disesuaikan secara personal.

Saat ini, HHWT bekerja sama dengan badan-badan pariwisata berbagai negara di seluruh dunia dan brand-brand ­global untuk menjangkau komunitas Muslim. Pada waktu yang sama, mereka juga bekerja dengan setiap mitranya untuk menyediakan fitur-fitur fungsional seperti kemampuan melakukan transaksi pemesanan dan pembayaran perjalanan pada situs web.

Dengan skalabilitas komputasi awan Azure, dan juga LUIS yang menjalankan chatbot Sofia, HHWT berencana melakukan ekspansi ke lebih banyak negara di Asia Tenggara dan lebih jauh lagi.

Apapun rencana HHWT, Goh tetap mengarahkan fokus mereka pada dua tahun kedepan untuk membangun pemahaman mereka atas kebutuhan dan keinginan pelanggan. “Satu hal kami ingin tingkatkan untuk chatbot adalah sistem pencarian dan responsnya, untuk memberikan pemahaman lebih baik bagi kami mengenai apa yang orang cari. Dari situ, respons lebih baik dan konten yang lebih baik juga,” ujar Mikhail.

HHWT terus-menerus mempelajari dan mencoba mengenal audiensnya dengan lebih baik, platform online ini sedang membuat dampat yang jauh melebihi sekedar pencarian makanan. HHWT telah mengubah pola pikir setiap wisatawan. “Sebagai seorang Muslim, saya merasa bahwa Muslim tidak perlu hanya terbatas pada kebab atau nasi biryani,” kata Mikhail.

Ia menyarankan wisatawan Muslim untuk mencari ramen yang halal di Jepang atau bibimbap di Kore Selatan. “Untuk mengerti budaya-budaya yang berbeda secara mendalam, Anda harus memakan makanan mereka, berbicara dengan bahasa mereka, dan membaur di negara mereka. Setiap Muslim tidak perlu terlepas dari peluang tersebut,” tambahnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY