Cathay Pacific Catat Laba HK$ 3.150 Juta

0
576

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Cathay Pacific Group berhasil mencatatkan laba sebesar HK$3.150 juta untuk tahun 2014, angka itu lebih besar dibandingkan laba tahun 2013 sebesar HK$2.620 juta. Laba per saham tercatat HK80,1 sen dibandingkan HK$66,6 sen di tahun 2013. Turnover tahun 2014 meningkat sebesar 5,5% menjadi HK$105.991 juta.

Berdasarkan laporan tahunan Grup Cathay Pacific yang diterima redaksi test.test.bisniswisata.co.id, Senin (23/3/2015), menyebutkan angka tersebut didongkrak oleh Pendapatan dari penumpang Cathay Pacific dan Dragonair pada tahun 2014 meningkat yang sebesar 5,4% menjadi HK$75.734 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kapasitas meningkat 5,9% sebagai hasil dari peluncuran rute baru (ke Doha, Manchester dan Newark) dan peningkatan frekuensi pada beberapa rute yang ada. Tingkat isian meningkat 1,1 poin persentase menjadi 83,3% dan jumlah penumpang yang diangkut meningkat 5,5% menjadi 31,6 juta.

Namun, Yield menurun 1,8% menjadi HK67,3 sen meskipun terjadi peningkatan di semester kedua dibandingkan semester pertama 2014. Permintaan penumpang kuat di semua kelas perjalanan pada rute jarak jauh. Namun, peningkatan jumlah penumpang tidak sebanding dengan peningkatan kapasitas pada rute Amerika Utara. Kompetisi yang kuat memberikan tekanan pada yield di rute regional.

Setelah masa penurunan yang berkepanjangan, permintaan kargo mulai membaik pada musim panas 2014 dan sangat kuat di kuartal keempat. Pendapatan kargo Grup pada tahun 2014 meningkat sebesar 7,3% menjadi HK$ 25.400 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kelebihan kapasitas di pasar kargo udara memberikan tekanan pada harga di semester pertama 2014. Yield untuk setahun penuh bagi Cathay Pacific dan Dragonair menurun 5,6% menjadi HK$2,19, meskipun terjadi peningkatan permintaan kargo di semester kedua.

Bahan bakar merupakan biaya pengeluaran Grup yang paling signifikan dan biaya bahan bakar pada tahun 2014 (tanpa melihat efek dari hedging nilai bahan bakar) meningkat sebesar 0,7% dibandingkan dengan 2013, secara signifikan berada di bawah kenaikan kapasitas penumpang dan kargo sebesar 5,9% dan 10,4%.

Konsumsi bahan bakar meningkat karena lebih banyak penerbangan dioperasikan, namun pembelian pesawat yang lebih hemat bahan bakar dan penarikan pesawat yang kurang hemat bahan bakar mengurangi peningkatan konsumsi bahan bakar. Grup juga mendapat keuntungan dari biaya bahan bakar yang lebih rendah pada kuartal keempat. Bahan bakar menghabiskan 39,2% dari total biaya operasional, dibandingkan dengan 39,0% pada tahun 2013.

Tingginya harga bahan bakar dan terus berubah ubah merupakan permasalahan yang menjadi prioritas bagi manajemen resiko Grup dan kontrak hedging untuk bahan bakar diperpanjang sampai 2018. Penurunan tajam harga bahan bakar pada kuartal keempat tahun 2014 memberikan keuntungan bersih untuk laba keseluruhan.

Namun hal tersebut menyebabkan kerugian pada kontrak hedging. Hal ini juga mengakibatkan kerugian yang signifikan pada hedging yang belum terealisasi. Kerugian tersebut tercermin dalam konsolidasi laporan keuangan per 31 Desember 2014 dan menyebabkan penurunan konsolidasi aset bersih Grup. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY