Catatan Ringan Melancong ke Green Canyon

0
1316

PANGANDARAN, test.test.bisniswisata.co.id: Green Canyon kian melegenda, kian melekat, kian mendapat perhatian di kalangan para pelancong. Perhatian lantaran obyek wisata ini, sangat spektakuler. Perpaduan sungai, lembah hijau, rimbunan hutan, dinding sungai berupa lapisan batu gamping di hutan lindung dengan flora dan faunanya serta bebatuan menonjol stalagtit dan stalagmit yang mengikuti jalur sungai.

Lebih jauh kedalam tebing, gerimis percikan air yang jatuh dari tebing, membiaskan kurva pelangi menyambut para wisatawan yang datang. Tak bisa dipungkuri Green Canyon akan memberikan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Ada beberapa catatan ringan sebelum menjelajah Green Canyon. Antara lain,

01. RUTE
Green Canyon atau warga sekitar kerap menyebut Cukang Taneuh, berada di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Jika berangkat dari Jakarta, jalur terbaik menggunakan mobil lewat Bandung menuju Tasikmalaya. Dari Tasik, ada dua jalur.

Pertama: jalur timur melewati Kota Tasik, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, Parigi lalu Cijulang. Jalur ini memiliki jarak kurang lebih 170 km. Kedua: Jalur selatan melewati Kota Tasik, Cipatujah, Cikalong, Cimanuk lalu Cijulang, dengan jarak kurang lebih 60 km. Memang jalurnya lebih pendek melalui jalur selatan, sayangnya aktivitas hilir mudik truk pengangkut pasir besi mengakibatkan jalan rusak parah, sehingga membuat perjalanan lebih lama.

Jika menggunakan transportasi umum menuju Green Canyon dapat dicapai dengan mudah dari terminal Pangandaran, bisa menggunakan angkutan pedesaan jurusan terminal Cijulang dengan ongkos yang relative murah yang kini mungkin naik akibat kenaikan harga BBM. Hindari menyewa angkutan umum, karena akan dikenai tarif lebih mahal. Kecuali jika pergi berombongan.

02. WAKTU
Menikmati alam Green Canyon lebih baik saat musim kemarau karena air sungai berwarna hijau jernih dan arus airnya lebih tenang. Jika datang musim hujan, besar kemungkinan Green Canyon ditutup karena debit airnya meningkat. Bahkan saat musim hujan, air berubah menjadi kecoklatan dan agak kurang bagus untuk berfoto-foto.

JUga, jangan datang di weekend atau hari libur. Mengingat jumlah pengunjung sangat banyak, juga antrian perahu yang sangat panjang dan melelahkan. Namun, Jika memang waktu berlibur hanya ada di akhir pekan, disarankan datang lebih pagi. Green Canyon buka dari pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Kalau Jumat, hanya buka dari jam 13.30 sampai 16.00.

03. PERLENGKAPAN
Persiapan sebelum menuju destinasi wisata ini, hendaknya membawa perlengkapan pribadi sesuai kebutuhan. Kaos atau baju pengganti, kamera atau kamera tahan air, obat-obatan bagi wisatawan yang memiliki penyakit tertentu, air minum dan makanan ringan untuk camilan. Jika hanya ada kamera biasa atau hp, para pemandu akan mempersiapkan drybag untuk tetap aman.

04. BIAYA

Siapkan anggaran yang cukup saat berwisata ke Green Canyon. Maklum di hutan belantara belum dibangun ATM. Dan satu-satunya transportasi dari dermaga menuju Green Canyon, bisa menyewa perahu dan usahakan rombongan karena jika sendirian harganya pasti lebih mahal. Bersama rombongan agar bisa berpatungan dan biaya sewa perahu bisa lebih ringan. Ingat, jangan lupa bernegosiasi masalah harga serta tip tambahan untuk guide, yang akan menemani eksplorasi.

05. AKTIVITAS
Berwisata di Green Canyon bukan hanya menikmati keindahan alam yang eksotik. Sepanjang 3 kilometer perjalanan menyusuri Sungai Cijulang. Disisi kiri dan kanan sungai dapat menikmati aktivitas masyarakat setempat. Setelah melewati jembatan desa, ada sekelompok ikan balanak dapat dilihat sedang berjemur di bebatuan atau berburu ikan.

Atraksi burung Paksi Hurang berwarna biru kemerah-merahan yang tengah terjun dari dahan pohon ke dalam air dan kembali muncul dengan seekor ikan diparuhnya, juga dapat dinikmati setiap pagi hari menjelang siang.

Selain itu, merasakan dinginya air yang keluar langsung dari mata air Pancuran Mas Cukang Taneuh. JUga bisa berenang, body rafting dengan melawan arus sungai Cijulang. Jangan khawatir jika tak bawa pelampung atau life jacket, karena tukang perahu telah menyewakan life jacket.

Pemandanagan paling menakjubkan sebenarnya dapat dinikmati adalah sejak hendak masuk Cukang Taneuh. Diawali dengan air terjun Palatar (awal atau depan), semakin masuk ke dalam menjulang tebing yang hijau, dibeberapa bagian terdapat stalagtit dan stalagmit, serta felief-relief dinding tebing yang terbentuk secara alami selama ratusan tahun.

Saat menikmati pemandangan di dalam Cukang Taneuh ini, pandangan kita terhalan tirai air yang menciptakan musik alami dengan suara gemericik tiada henti. Kucuran air Cukang Taneuh sebagai hujan abadi, karena meskipun musim kemarau, air yang keluar dari langit-langit tebing tidak pernah surut.

Lebih masuk ke dalam Cukang Taneuh, kita tidak bisa melanjutkan perjalan dengan perahu karena terhalang bebatuan stinggi 1,5 meter dan dasar sungai yang dangkal. padalah dibalik bebatuan tersebut terhampar air yang bila musim kemarau akan berwarna bening kebiru-biruan dan pada musim hujan akan kehijau-hijauan. Diantara gelegak air yang keluar dari mata air inilah wisatawan menghabiskan waktu untuk berenang, apalagi kalau sampai di pemandian putri.

06. FASILITAS

Usai beraktifitas, jangan bingung jika lapar karena sejumlah warung makan tersedia berdekatan dengan lokasi parkir. Selain itu, juga bisa mencari oleh-oleh seperti kaus dan asesories lainnya.

07. PENGINAPAN
Setelah puas menikmati Green Canyon, ada beberapa pilihan tempat menginap. Jika belum terlalu lelah, bisa menempuh perjalan kurang lebih satu jam menuju Pangandaran. Di sana penginapan lebih banyak dengan harga yang bervariasi. Tapi, jika sudah sangat lelah, jangan ragu untuk menginap di kawasan Panti Batu Karas, kurang lebih 15 menit dari Green Canyon.

Hindari menggunakan jasa tukang ojek atau tukang becak untuk mencarikan penginapan, karena akan berakibat harga menjadi lebih mahal. Carilah sendiri langsung pada pemilik hotel atau penginapan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY