Cara Mudah Sehat, Langsing & Cantik dengan Bambu Spa

0
330

Trisya Suherman (kiri) dan Santi Mia Sipan (Foto: Hilda Ansariah Sabri)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Salah satu perawatan yang disukai oleh wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia terutama Bali adalah Spa. Oleh karena itu pemilik franchaise Bambu Spa, Trisya Suherman bersinergi dengan berbagai pihak populerkan spa yang bisa melangsingkan tubuh.

Bertajuk “No painful just Gainful, Cara Termudah untuk Sehat, Langsing dan Cantik, Trisya yang akrab di panggil Icha menyelenggarakan pertemuan dengan komunitas WISE (Witty-independent-Smart-Elegant) dan komunitas lifestyle lainnya, hari ini ( 29/9) dengan tips-tips langsing tanpa harus menderita dengan diet dan olahraga ketat.

“Bambu itu dikenal buat usir ion-ion negatif dalam tubuh. Jadinya pemijatan menggunakan bambu lebih bagus untuk kita yang lagi lemas, penat dan stres. Buat wisatawan yang hari itu paket wisatanya melelahkan bisa bugar lagi” kata Icha.

Sedangkan yang suka perawatan bisa ambil terapi 90 hari dan mengikuti program perawatan termasuk mengkonsumsi ageloc sehingga bentuk tubuh dapat langsing dan sehat.

“Yang terpenting dari program ini adalah konsistensi perawatan dan mengikuti aturan makan yang diterapkan sehingga bisa langsing tanpa harus menderita (painful). Hal terpenting dari program ini adalah memperbesar otot dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh ke tingkat ideal”” kata Icha.

Menurut Icha, perawatan dan suplement yang dikonsumsi sudah diakui dan masuk PDR, kamus referensi para dokter di Amerika sehingga aman dan tidak membuat seseorang yang sudah langsing bisa menjadi gendut lagi selepas perawatan.

“Banyak orang yang fokusnya pada menurunkan berat badan padahal harusnya mengontrol kadar lemak yang ada dalam tubuhnya. Kalau pria kadar lemak nilai idealnya lima sedangkan untuk wanita hanya dua,” tambahnya.

Peserta dari komunitas WISE dan lainnya berfoto bersama Dewi Motik Pramono, pembiba WISE dan penyelenggara ( foto: HAS)
Peserta dari komunitas WISE dan lainnya berfoto bersama Dewi Motik Pramono, pembina WISE dan penyelenggara ( foto: HAS)

Wanita yang memulai bisnis spa tahun 2008 ini telah banyak meraih berbagai penghargaan dibawah bendera PT Louise And Chelsea Indonesia dengan 16 cabang Bambu Spa di Jabodetabek hingga Jambi dan Batam ini sukses menawarkan jasa spa menggunakan peralatan bambu.

Spa dengan menggunakan bambu ini dipercaya dapat membakar lemak serta menipiskan selulit yang merupakan salah satu masalah bagi para wanita pada umumnya. Karena bambu mengandung magnesium dan kalsium.

Kedua zat ini sangat berguna untuk menghaluskan kulit dan membantu mobilitas lemak yang ada pada tubuh, sehingga partikel lemak yang sudah menebal bisa perlahan-lahan menipis dengan bambu Spa.

Dia juga bersinergi dengan berbagai pihak sehingga mereka yang menjadi pelanggan bambu spa bisa mendapatkan Value for money lewat progam Corporate Social Responsibility ( CSR), credit card Bambu Spa, bonus potongan membeli bensin, belanja ritel hingga nonton bioskop.

Sesuai tema, Icha yang juga telah menghasilkan buku bersama komunitas Billioner Mindset juga mengundang Santi Mia Sipan, Presdir PT Jati Arthamas dan ketua komunitas WISE membagi kisah dan pengalaman yang bermanfaat (gainful) sehingga bisa sukses dalam berbisnis.

Santi mengungkapkan bahwa investasi perkebunan jati yang dirintisnya berhasil membawanya menjadi pemenang Ernest &Young Women Winning Programme 2010. Mantan seketaris konglomerat yang mewakafkan satu hektar tanah untuk membangun pesantren Entrepreneurship ini juga ingin mencetak para pengusaha yang mengamalkan dan hafal Al-Quran.

“Niat dan melakukan hal-hal yang penuh manfaat ( gainful) hasilnya akan positif. Contohnya ketika saya menyisihkan 50% penjulan buku 100 Successful Billioner Mindset dimana saya adalah salah satu dari 100 penulis membuat buku itu laris manis,” ungkap Santi.

Santi mengingatkan waktu berjalan seperti berlari sehingga kalau seseorang tidak dapat mengisi kehidupannya menjadi orang yang merugi. “Sehat, cantik, langsing dan bukan golongan orang yang merugi bukan pilihan tapi harus dikerjakan,” tandasnya. (Hilda Ansariah Sabri).

LEAVE A REPLY