Cagar Biosfer, Taman Nasional Sembilang Diajukan ke MAB-UNESCO

0
333
Taman Nasional Sembilang Banyuasin (Foto: http://khatulistiwa.or.id)

BANYUASIN, bisniswisata.co.id: Taman Nasional Sembilang di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diajukan masuk sebagai nominasi cagar biosfer yang merupakan program dari MAB-UNESCO. Program ini, bertujuan membangun dasar ilmiah bagi perbaikan hubungan antara manusia dan lingkungan.

Executive Director Komite Nasional Program MAB-UNESCO Indonesia, Purwanto mengatakan cagar biosfer adalah suatu kawasan yang terdiri dari ekosistem asli, ekosistem unik, atau ekosistem yang telah mengalami degradasi keseluruhan unsur alamnya.

“Kami merencanakan untuk memasukan Taman Nasional Sembilang sebagai Cagar Biosfer program MAB-UNESCO. Ini sangat penting karena didalam ekologi kawasan ini sangat penting, seperti tempat bermigrasi 25 sampai 27 jenis burung pantai migrant dan ekosistem yang ada didalamnya,” ungkapnya dalam keterangan pers, Sabtu (24/12/2016).

Saat ini, jaringan cagar biosfer berjumlah 669 situs di 120 negara, termasuk 16 situs lintas batas. Di Indonesia sendiri terdapat 11 cagar biosfer diantaranya yakni Cibodas, Pulau Komodo, Tanjung Puting, Lorelindu, Pulau Seribu, Gunung Laeuser, Giamsiak Kecil BB, Wakatobi, dan lainnya.

“Setelah pertemuan ini kami segera melakukan berbagai persiapan, dan akan rutin berkunjung ke Provinsi Sumsel untuk memulai pekerjaan ini, setelah semua siap akan dibawa untuk mendapat persetujuan dari MAB- UNESCO. Kami perkirakan akan selesai pada akhir 2018 mendatang,” ujarnya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel sangat menyambut baik rencana ini dan dalam waktu dekat akan segera menindaklanjuti dengan membentuk tim khusus yang akan menyiapkan segala persyaratan yang diperlukan.

Semestinya selaku pemerintah Provinsi Sumsel harus lebih bersemangat dibanding LIPI terkait rencana ini. Karena ini sangat penting dan banyak manfaat yang didapat dari penetapan Taman Nasional Sembilang sebagai Cagar Biosfer.

“Untuk itu, akan segera kami tindak lanjuti, dalam dua sampai tiga minggu kedepan sudah terbentuk tim yang akan menangani ini, Cagar Biosfer Berbak Sembilang ini sangat penting, kurang lebih hampir sama dampaknya dengan kita menjadi tuan rumah Asian Games dan MotoGP,” katanya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY