Butik Zuikaffah Menambah Dunia Fashion Busana Muslimah

0
1830
Mei (tengah) bersama model dalam pembukaan Zuikaffah Boutique di Jakarta, Sabtu (7/11/15). Foto. evi

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sektor ekonomi kreatif, salah satunya fashion adalah sebuah industri yang dapat bertahan dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan sektor ekonomi kreatif memiliki sumber daya yang tak pernah habis yakni ide dan kreativitas. Belakangan yang patut disorot dari industri fashion di tanah air adalah sektor busana muslim.

Sebagai negara dangan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, bukanlah hal yang mengherankan bila busana muslim telah menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar wanita Indonesia.

Pada Sabtu (7/11/15), perancang muda Mila Meiliasari menambah dunia fashion busana muslimah melalui merek barunya, yakni Zuikaffah. Hadir istri wakil Walikota Jakarta Selatan, Irma Achjati yang pada kesempatan tersebut menggunting pita tanda dibukanya Zuikaffah Boutique.

Zuikaffah memanfaatkan corak tekstil khas Indonesia seperti batik, songket, dan lainnya dengan tampilan etnik. “Motif etnik tidak akan lekang oleh waktu. Karenanya saya akan tetap konsisten memberi sentuhan etnik pada setiap rancangan saya,” ujar perempuan yang biasa disapa Mei ini pada pembukaan Zuikaffah Boutique di Jakarta.

Rancangan yang ditampilkan menurutnya memiliki kesan eksklusif, karena setiap rancangan dihadirkan dalam jumlah sangat terbatas. Setiap satu desain busana hanya dibuat satu per ukuran tubuh, yakni S, M, L, XL, dan XXL.

Mei mengatakan, “Ini kami lakukan untuk menjaga eksklusivitas dalam setiap rancangan. Dengan begitu kami harap setiap perempuan yang mengenakan Zuikaffah merasa istimewa”.

“Baju kami ready to wear yang bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik kasual maupun kesempatan istimewa,” ungkapnya.

butik3Ia menegaskan, “Saya ingin perempuan muslimah bisa tampil cantik dan chic namun tetap memperhatikan kenyamanan dan kesopanan baju muslimah, baik dalam hal pemilihan bahan, bentuk, maupun potongannya

Sebelumnya baju-baju Zuikaffah ini ditawarkan secara online melalui fitur bertukar pesan singkat di ponsel cerdas dan sosial media. Memperhatikan minat pembeli yang tetap tinggi, Mei terpikir membuka butik agar pembeli dapat langsung melihat dan merasakan baju yang dirancangnya.

Butik ini menurut Mei juga untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan yang bila sudah beli dan bayar melalui online tetapi tidak pas, dalam waktu tujuh hari diberi kesempatan untuk mengembalikannya dan datang ke butik ini.

Dalam peresmian butiknya, digelar trunk show dari koleksi Mungaran. Nama koleksi itu diambil dari bahasa Sunda yang berarti sesuatu yang baru. Zuikaffah memadukan corak atau motif bahan yang jarang dipadukan dengan batik. Salah satunya dengan memadukan motif persegi dengan batik Pekalongan bermotif bunga.

Untuk harga baju muslimah yang ditawarkan butik yang menempati ruangan seluas 80 m2 ini mulai Rp300.000 hingga Rp1.5 juta. Selain baju,  Zuikaffa juga menyediakan perlengkapan lainnya, seperti kerudung, pashmina, asesoris seperti bros, gelang, dsb. (evi)

LEAVE A REPLY