Bus Wisata Bandros Dibekukan

0
652

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: GARA-GARA seorang mahasiswa jatuh dari Bandung Tour On Bus (Bandros) atau bus wisata keliling kota Bandung, Pemerintah Kota Bandung membekukan sementara pengoperasiannya. Padahal, keberadaan bus wisata ini sangat membantu wisatawan untuk menjelajah keliling kota Bandung.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memutuskan memberhentikan sementara operasional Bandros sejak Jumat (30/10). Pemberhentian sementara operasional Bandros, akan dilakukan hingga evaluasi menyeluruh terkait Bandros dirampungkan.

Dilanjutkan, akan ada beberapa inovasi tambahan untuk memastikan operasional Bandros menjadi lebih aman dan nyaman. Salah satunya pemilihan rute-rute yang relatif lebih aman dan terhindar dari bentangan kabel atau ranting. Selain itu, akan ada polisi pariwisata yang ditempatkan di bagian atas Bandros untuk memastikan keselamatan para penumpang. “Sementara saya stop dulu. Jadi hari ini seharusnya sudah tidak ada pengoperasian,” ujar Ridwan.

Terkait keputusan pembekuan sementara, DPRD Kota Bandung memberikan dukungan terhadap Ridwan. “Saya pikir itu (pembekuan sementara) baik, selama belum diperbaiki kinerja Bandros-nya sendiri,” ungkap Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga di Bandung, Ahad (1/11/2015).

Rendiana menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap standard operating procedure (SOP) Bandros agar ke depannya tidak ada lagi peristiwa serupa yang menelan korban jiwa. Selain itu, pengelolaan Bandros harus diperjelas dan dipertegas. Sehingga ketika terjadi kecelakaan, tidak ada lagi indikasi saling lempar tanggung jawab seperti yang saat ini terjadi.

Terkait peristiwa yang merenggut nyawa mendiang Andy Setiawan Haryanto ini, Rendiana menilai setidaknya ada dua pihak yang bertanggung jawab. Kedua pihak tersebut, lanjut Rendiana, ialah pihak ketiga pengelola bandros selaku pengelola dan Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung selaku penerima bantuan CSR Bandros. “Jangan lepas tangan, mereka harus bersama-sama bertanggung jawab,” tambah Rendiana.

Rendiana mendorong pengelola Bandros untuk menjamin keselamatan penumpang ke depannya melalui perlindungan asuransi. Pasalnya, hingga saat ini pengurusan asuransi operasional Bandros dengan Jasa Raharja yang meng-cover kendaraan serta penumpang masih terkendala plat nomor Bandros yang berwarna hitam.

Jasa Raharja hanya meng-cover asuransi untuk transportasi umum berplat kuning. Karena Bandros tergolong transportasi khusus untuk pariwisata, Rendiana mendorong agar pengelola Bandros tidak hanya mengandalkan Jasa Raharja, tetapi asuransi bisa memanfaatkan asuransi lain yang memiliki skema-skema lain untuk memberi jaminan keselamatan bagi operasional Bandros.

“Jadi saya mendorong, ke depannya, pengelola bisa mempertimbangkan penggunaan asuransi. Sehingga apabila ke depannya terjadi musibah, ada jaminan asuransinya,” jelas Rendiana. (*/end)

LEAVE A REPLY