Buntut Delay, Ratusan Penumpang Lion Air Blokir Bandara Soetta

0
606
Penumpang marah kepada petugas Lion Air

TANGERANG, BISNISWISATA.CO.ID: Ratusan penumpang pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Semarang, Jakarta-Yogyakarta dan Jakarta-Solo sudah tidak bisa bersabar lagi setelah lebih dari 24 jam tak kunjung menerima kejelasan kapan mereka bisa diterbangkan.

Jumat (20/2/2015) sekitar pukul 04.30 WIB, para penumpang itu berteriak-teriak dan memblokir pintu masuk keberangkatan domestik dan internasional Lion Air dan AirAsia Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang dengan menggunakan pot bunga dan berbaris membentuk barikade.

“Blokir-blokir biar tidak usah ada yang berangkat,” teriak ratusan penumpang Lion Air serempak di ‎lokasi, Jumat (20/2/2015) pagi.

Sesaat kemudian, terlihat 2 pria berpakaian pilot yang diketahui sebagai pilot AirAsia dilarang masuk oleh para penumpang yang terlantar sejak kemarin itu. “Tidak ada penerbangan, atau pilot kami sandera,” ancam mereka.

Namun, keduanya mengaku bukan pilot, melainkan petugas bandara. “Kami bukan dari Lion Air, kami petugas bandara. Kami juga tidak tahu kenapa Lion seperti ini,” jawab petugas bandara seperti dilansir laman Liputan6.com.

Mendapat jawaban itu, kemarahan para penumpang kembali pecah. Mereka langsung meneriakkan cacian dan makian terhadap maskapai Lion Air.

“Nggak becus ini, bagaimana nasib kami? Makanan nggak ada, air minum nggak ada, kabar kejelasan keberangkatan kami pun nggak ada. Kita blokir biar tidak ada penerbangan,” teriak mereka.

Beberapa petugas kepolisian bandara pun tak bisa berbuat banyak, mereka hanya bisa melihat para penumpang Lion Air yang sudah sangat marah itu, akibat delay yang berkepanjangan, melelahkan bahkan tidak ada tanggung jawab management Lion Air bahkan regular terkesan tutup mata dan telinga.

“Pemerintah (regulator) itu pinter ngomong (bicara) namun lemah tindakan. Tindakanya nggak becus, masak penumpang keleleran dibiarkan saja, tidak ada solusi apa-apa, Inilah penerbangan di Indonesia yang kian amburadul” papar Antoni, penumpang asal Surabaya yang mengaku gagal Imlek gara-gara delay berkepanjangan. (endy)

LEAVE A REPLY