Buka Bersama Komunitas CSC , Wujud Keutamaan Silaturahmi

0
202

JAKARTA, bisniswisata.co.id:Silaturahim menyebabkan seseorang bisa masuk ke dalam surga. Silaturahim juga menyebabkan seorang hamba tidak akan putus hubungan dengan Allah di dunia dan akhirat, kata uztad Zainal Fajri S Ag, kemarin.

Berbicara saat memberikan tausiyah di hadapan anggota dan pengurus Citos Swimmers Community ( CSC) jelang berbuka puasa, Zainal Fajri mengatakan bahwa seruan puasa adalah bagi orang-orang yang beriman bukan sekedar pada orang Muslim.

“Orang Muslim belum tentu beriman karena itu banyak diantara kita sesama Muslim tapi enggan menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Bahkan banyak pula dari mereka tidak peduli makan minum secara terbuka disaat saudara Muslimnya tengah berpuasa” jelasnya.

Seruan Allah memerintahkan berpuasa kepada umat Muhammad SAW dengan panggilan, “Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa”. (Al-Baqarah: 183).

Jadi, jelasnya, orang-orang yang beriman adalah orang yang takwa, khusyu dalam sholatnya, menjaga diri dari perbuatan dan ucapan tidak berguna, orang yang berzakat, menjaga amanat dan perbuatan baik lainnya.

Uztad Zainal Fajri S Ag ( kedua kiri) bersama tuan rumah, Dr Ibrahim Ginting ( tengah)

“Hal yang utama adalah takwa yang juga dapat mengantarkan kita pada kebaikan hubungan dengan sesama manusia ( bersilaturahmi) baik dengan keluarga yang masih ada hubungan darah, dengan ipar, keluarga besar bahkan dengan para kerabatnya “ jelas ustad yang membahas tema “Menyikapi Kehidupan Di Era Milenial Supaya Tetap Masuk Surga “.

Di era milenial dan modern ini bahkan banyak dari kalangan muda yang sudah kehilangan respek dan toleransi beragama dengan mengumbar syahwat, makan-minum di tempat-tempat umum tanpa rasa risih.

“Kalau kita mampu bersilaturahim dengan teman-teman yang takwa pula seperti yang saya saksikan sendiri berada diantara komunitas CSC ini, Subhanallah indahnya persaudaraan meski dalam perbedaan agama,” kata uztad Zainal Fajri S Ag pada acara berbuka puasa di rumah Dr Ibrahim Ginting, (8/6) di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Dr Ibrahim Ginting sebagai tuan rumah mengaku bahagia karena sedikitnya 50 anggota CSC dan anggota keluarganya sendiri seperti anak, menantu dan cucunya bisa hadir mendengarkan ceramah agama, sholat magrib dan taraweh bersama.

“Alhamdulilah saya  sudah 4-5 kali menjadi tuan rumah buka puasa bersama CSC. Seperti tahun-rahun sebelumnya anggota yang non-Muslim juga hadir dan menunggu kami shalat dengan setia. Selesai shalat kami ngobrol lagi dan mengumpulkan uang untuk bingkisan Lebaran bagi para pegawai  kolam Citos,” ungkap dokter spesialis jantung yang menjadi tim dokter kepresidenan di era Presiden Soeharto.

Menurut Dyah Eko Vitatya, bendahara CSC yang akrab dipanggil Vita, bingkisan Lebaran berupa uang tunai yang dikumpulkan dari para anggota yang Muslim maupun non-Muslim sudah menjadi tradisi yang dilakukan CSC setiap tahun. Penyerahan dilakukan Sabtu pagi setelah acara Buka Puasa Bersama.

Sementara itu Sirojil Munir, kordinator acara yang juga Humas CSC mengatakan berawal dari kebersamaan dalam menjalankan hobi berenang dan kegiatan rutin yang dilakukan di kolam renang Cilandak Town Square ( Citos), terbentuklah Cilandak Swimmer Community.

“Saya baru bergabung beberapa tahun terakhir namun anggota pertama CSC ada yang sudah berusia 92 tahun karena CSC didirikan seiring tersedianya fasilitas kolam renang di area belakang mall Cilandak Town Square ( Citos) di tahun 1990 an “ kata Sirojil Munir yang juga eksekutif di Medco Group ini.

Kebersamaan anggota CSC juga terjalin lewat WhatsApp Messenger ( WA) grup yang setiap hari dalam 24 jam terhubung untuk saling berkomunikasi lewat smartphone dengan berbagai topik di luar SARA dan masalah politik, tambahnya.

“Kita bukan hanya jumpa di kolam renang tapi ada agenda ulang tahun ( ultah )  bersama, Pernikahan anak atau cucu, wisata bersama, kuliner bersama sehingga kegiatan sambung rasa ini membuat persaudaraan sangat kental dan tidak ada pertentangan berbau ras, agama, politik “ kata Sirojil Munur yang rajin mengemas paket wisata untuk para anggota CSC.

Anghota CSC usai menyerahkan bingkisan Lebaran bagi para staf kolam renang Citos

Dia mengaku sebagai anggota yang usianya lebih muda selalu berusaha membantu para senior mulai dari angkat-angkat koper sampai menuntun untuk mencapai obyek wisata saat melakukan perjalanan wisata di dalam dan luar negri.

Para anggota umumnya sudah purna bakti ( pensiunan) baik dari sipil, purnawirawan ABRI maupun yang masih aktif, CEO berbagai perusahaan minyak, BUMN, diplomat ataupun mereka yang sudah kategori financial freedom.

Mereka membaur bersama para eksekutif yang masih aktif bekerja di organisasi internasional, para pengusaha kecil hingga menengah.

“Tiap hari ada saja anggota komunitas yang datang berenang pagi sekali mulai jam 6 pagi saat kolam dibuka. Biasanya setelah pemanasan ada yang langsung berenang rata-rata 10 X 100 meter. Setelah itu ngumpul, ngobrol dan kuliner,” tambah Sirojil Munir.

CSC dalam perkembangannya menjadi komunitas lintas agama, lintas profesi dan lintas suku yang hingga saat ini selalu akran dan penuh cinta kasih sayang. Saat bertemu memang selalu ramai karena saling berbagi informasi.

Melihat kebersamaan dan rentang usia yang beragam, uztad Zainal Fajri S Ag yang mengaku menikmati kebersamaan komunitas ini dan mendoakan agar anggota CSC sehat terus dan dapat melakukan kegiatan yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat.

“Belum tentu saya sendiri bisa berumur 89 tahun seperti pak Dick Safeei yang hadir di tengah kita. Karena itulah bersyukur terus diberikan umur panjang yang bermanfaat bahkan rutin berenang dipagi hari,” tuturnya.

 

LEAVE A REPLY