BPS: Kunjungan Pelancong Asing Tembus 4,20 Juta

0
236
wisman melancong ke NTB

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman di Indonesia pada Januari hingga April 2017 mencapai 4,20 juta kunjungan atau mengalami grafik kenaikan sebesar 19,34% dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2016 hanya 3,52 juta kunjungan.

Sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2017 naik 26,75 persen dibanding jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun 2016, yaitu dari 901.090 kunjungan menjadi 1,14 juta kunjungan. Begitu pula jika dibandingkan dengan Maret 2017, mengalami kenaikan sebesar 7,09 persen.

“Kenaikannya lumayan signifikan. Hal ini dipengaruhi dengan beberapa faktor diantaranya adanya penerbangan langsung dari luar negeri ke Indonesia, seperti di Manado dan Lombok,” papar Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto di Jakarta, Jumat (02/06/2017).

Menurutnya, Mayoritas 1,14 juta wisman pada April 2017 di luar masuk dari pintu utama, jumlahnya meningkat sebesar 123,53% dibandingkan April 2016, yaitu dari 66.230 kunjungan menjadi 148.050 kunjungan. “Peningkatan ini disebabkan digunakannya metode penghitungan wisman menggunakan mobile positioning data [MPD] pada 2017, tetapi belum digunakan pada April 2016,” ungkapnya.

Penggunaan MPD bertujuan untuk meningkatkan cakupan data wisman yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan belum tercatat di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan survei pelintas batas dari BPS.

Dijelaskan, jumlah kunjungan wisman ini melalui 19 pintu utama sebanyak 3,72 juta kunjungan dan wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama sebanyak 474.870 kunjungan. Jumlah kunjungan wisman reguler ke Indonesia yang melalui 19 pintu utama pada April 2017 mengalami kenaikan sebesar 19,19 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada bulan yang sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan jumlah kunjungan wisman April 2017 tersebut terjadi di sebagian besar pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi tercatat di Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara yang mencapai 312,82 persen, karena ada penerbangan direct flight dari beberapa kota di Tiongkok ke Manado,” paparnya.

Setelah Manado, diikuti Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat 127,19 persen karena adanya pengembangan bandara internasional sehingga frekuensi penerbangan dari Malaysia dan Brunei Darussalam meningkat. Disusul Bandara Sultan Syarif Kasim II, Riau 82,13 persen, jelasnya sambil menambahkan Kenaikan terendah terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, DKI Jakarta sebesar 0,94 persen.

Ditambahkan, penurunan jumlah kunjungan wisman reguler April 2017 terjadi di tiga pintu masuk, dengan penurunan paling tinggi terjadi di Bandara Husein Sastranegara, Jawa Barat sebesar 48,53 persen, dan penurunan paling rendah terjadi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau sebesar 5,49 persen.

“Jika dibanding kunjungan selama Maret 2017, jumlah kunjungan wisman reguler ke Indonesia melalui 19 pintu utama pada April 2017 mengalami kenaikan 6,35 persen. Kenaikan ini terjadi disebagian besar pintu masuk utama, dengan persentase kenaikan paling besar terjadi di Bandara Juanda, Jawa Timur sebesar 18,12 persen, dan kenaikan paling kecil terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sebesar 1,48 persen,” jelasnya.

Meski alami kenaikan, Suhariyanto menyayangkan tidak ada perkembangan negara asal wisman yang berkunjung ke Indonesia. Pemerintah diharapkan lebih gencar mempromosikan wisata Indonesia agar bisa menggaet wisman dari negara-negara lain.

“Mayoritas pendatang dari China kemudian diikuti oleh Singapura, Malaysia dan Australia. Kita lihat masih terpaku pada beberapa negara. Ke depan perlu ada pemasaran yang lebih gencar supaya banyak wisman dari negara lain. Pariwisata bisa jadi lokomotif untuk pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (ndik)

LEAVE A REPLY