BPKM Tawarkan Proyek Pariwisata Rp39 Triliun

0
48
Turis asing di HUT Kemerdekaan RI (Foto: tempo.co)

PADANG, Bisniswisata.co.id: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Pariwisata menawarkan proyek pariwisata senilai 2,9 miliar dolar AS (Rp39 triliun) dalam Regional Investment Forum (RIF) yang digelar 15-17 Oktober 2017 di Padang.

Delapan destinasi pariwisata yang ditawarkan dalam kegiatan RIF, enam diantaranya merupakan destinasi prioritas, sedangkan dua lainnya adalah destinasi pariwisata yang berlokasi di Padang yakni Kawasan Wisata Terpadu Gunung Padang dan Kawasan Wisata Bahari Pantai Mandeh.

“Dari enam destinasi prioritas, tiga destinasi memiliki proyek-proyek siap ditawarkan. Diantaranya Danau Toba ada lima proyek dengan estimasi nilai proyek 2,3 miliar dolar AS. Borobudur 10 proyek senilai 562 juta dolar AS. Tanjung Kelayang dua proyek perhotelan senilai 60 juta dolar AS. Sehingga totalnya adalah 2,9 miliar dolar AS,” papar Kepala adan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dalam keterangan tertulis di Padang, Senin (16/10/2017).

Menurut Thomas, pariwisata merupakan salah satu sektor yang tumbuh di level 35-40 persen, jauh di atas pertumbuhan investasi nasional yang per tahunnya di level 12-14 persen. “Porsinya hingga kini masih kecil bila dibandingkan dengan GDP tapi nanti lama-lama juga akan menjadi besar kalau tumbuh terus secara signifikan,” ujarnya.

Selain tiga destinasi pariwisata yang siap ditawarkan tersebut, terdapat lima destinasi pariwisata lainnya yang juga memiliki prospek yang sangat posif. “RIF ini memang sebuah forum untuk bekerja, jadi selain proyek-proyek di destinasi yang siap ditawarkan, ada lima destinasi lain yang tidak kalah indahnya, tidak kalah cantiknya yang dapat dikembangkan,” kata Thomas.

Thomas mencontohkan Provinsi Sumatera Barat yang memiliki berbagai potensi pariwisata untuk dikembangkan. “Selain 10 destinasi Bali Baru, ada juga beberapa daerah yang sektor pariwisatanya maju pesat diantaranya Manado di Sulawesi Utara, kemudian Padang yang juga telah mulai berbenah dan berkembang menjadi suatu desnasi pariwisata,” ujarnya. (*/RLS)

LEAVE A REPLY