Boyolali Berambisi Miliki Bandara

0
5343

BOYOLALI, test.test.bisniswisata.co.id: BOYOLALI Jawa tengah berambisi memiliki bandara udara sendiri. Tekad ini dibuktikan dengan mengandeng investor dari Tiongkok yang tergabung ‘Asia-Pasific Corporation and Development Commette’ (APCDC) pada bidang pembangunan bandara otoritas sipil di Boyolali.

Pada kerja sama pengembangan Bandara Adi Soemarmo di Boyolali tersebut ditanda dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Boyolali Seno Samodro dengan Direktur APCDC, Ma Yunqing yang disaksikan Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Penerbang Hendrikus Haris Haryanto di Hotel Solo View, Jumat (3/7).

Investor Tiongkok juga akan melakukan kerja sama dengan Pemkab Boyolali dalam pembangunan jalur rel kereta api barang di kawasan industri di wilayah itu. “APCDC tertarik dengan potensi di Boyolali sehingga mereka melakukan survei di bandar udara Adi Soemarmo,” ucapnya.

Para investor asing, kata dia, rencana akan melakukan pengembangan pelabuhan udara secara teknis apakah pembangunan dua terminal baru untuk sipil dan Lanud Adi Soemarmo TNI AU atau memperpanjang landasan atau ‘run way’. “Kami meminta total modal yang akan diturunkan dalam pengembangan pelabuhan udara itu senilai Rp7 triliun,” papar Seno Smodro.

Dilanjutkan, hal itu tersebut sesuai misi-visi Pemkab Boyolali yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah 2010-2015 guna mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya saing dan pro investasi.

Pengembangan bandara tersebut, kata Seno Samodro, untuk pengembangan wilayah di Kabupaten Boyolali. Pembangunan perluasan bandara itu diharapkan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi masyarakat yang semakin meningkat.

Direktur APCDC Ma Yunqing mengatakan, pihaknya merasa bangga diundang ke Indonesia khususnya di Boyolali untuk melakukan kerja sama pengembangan bandar udara di wilayah ini.

“Kami dengan membawa dua perusahaan besar swasta di Tiongkok, yakni ‘China Airport Contruction Group Corporation’ (CACGC) dan ‘ China Railway Construction Corporation Limited’ (CRCCL) untuk survei ke Boyolali,” kata Ma Yunqing seperti diunduh laman Inilah.com, Sabtu (04/07/2015).

Menurut dia, pihaknya sangat antusias dengan kerja sama pengembangan bandar udara dan ‘railway’ antara dua negara tersebut sehingga ke depan lebih mempererat hubungan keduanya. Perusahaannya sudah 60 tahun berpengalaman dalam pembangunan bandara dan diharapkan kerja sama mulai dari perencanaan hingga selesai.

“Kami mengirim tim ini, untuk segera dilaporkan ke negaranya untuk kerja sama dengan tahap selanjutnya pelaksanaan. Kami berharap pelaksana pengembangan secepat mungkin dilakukan,” kata Ma Yunqing yang didampingi Direktur CACGC, Tian Ren dan Direktur CRCCL, Guo Xi Quan.

Kendati demikian pihaknya berharap ada kerja sama baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemkab Boyolali, sehingga pelaksanaan pengembangn bandar udara otoritas sipil segera dilaksanakan.

Sementara rencana pembangunan jalur ‘railway’ di Boyolali dengan kereta api barang di daerah industri, misalnya, pengangkutan pasir tambang galian C dari lereng Merapi Selo menuju Kota Boyolali. (*)

LEAVE A REPLY