Bos First Travel Gunakan Rp 127 M untuk Fashion Show

0
204
Fashion Show desainer Anniesa Hasibuan di Couture Fashion Week, New York. [Foto/http://anniesahasibuan.com]

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Fashion Show yang digelar di dalam dan luar negeri hasil rancangan desiner Aniessa Hasibuan, ternyata uang yang dipakai Tebar Pesona dari hasil dugaan penipuan terhadap puluhan ribu jemaah calon umrah yang dilakukan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel.

Desainer Aniessa Hasibuan (31 tahun) bersama suaminya Andika Surachman (32) mendirikan First Travel yang ternyata hanya sebagai kedok untuk menggeruk dana calon jemaah umrah. Dari hasil itu Desainer Aniessa Hasibuan mengelar fashion show yang mempersembahkan busana muslim sebagai basic usahanya.

Fashion show yang diikuti bukan hanya tingkat nasional seperti Jakarta Fashion Show, namun melalang penjuru dunia dengan mengiikuti New York Fashion Week, Paris Fashion Week dan lainnya.

Gelar fashion show oleh Aniessa hasibuan diungkap penyidikan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penipuan terhadap puluhan ribu jemaah calon umrah yang dilakukan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel menemukan fakta baru.

Dari total kerugian Rp 848,700 miliar milik 58.682 jemaah yang belum berangkat, polisi mulai berhasil memetakan ke mana saja dana ratusan miliar itu mengalir. Dana yang mengalir berupa aset, dan berhasil disita, kurang lebih 50 M.

”Dana yang sudah terkumpul itu kan dipakai untuk dua hal, kepentingan operasional dan pribadi. Kepentingan pribadi itu salah satunya untuk fashion show (Aniessa Hasibuan). Yang untuk kepentingan pribadi, untuk sementara, Rp 127 miliar,” kata Kasubdit V Dit Tipidum Polri Kombes Dwi Irianto di Bareskrim Polri, Jumat (6/10).

Sampai sekarang polisi masih melakukan penggeledahan ulang di rumah pelaku yang berada di Sentul. Polisi memperkirakan ada tempat penyimpanan harta berharga di sana sebab para tersangka tidak kooperatif dimana dan kemana mereka menyimpan atau menghabiskan dana jamaah itu.

“Ada sepatu bermerk 150 pasang, baju-baju bermerk, baju-baju musim semi, musim dingin, tas. (Emas) belum kita dapatkan. Itu hasil penggeledahan tambahan di Sentul minggu kemarin. Kita juga dalam proses melengkapi berkas pemeriksaan, target kita minggu depan kita kirim dulu berkas ke kejaksan baru nanti kita lihat lagi,” sambungnya.

Menurut Dwi berkas milik tiga tersangka dalam kasus ini sudah mencapai 90 persen. Seperti diketahui tersangkanya adalah Andika Surachman (32), Anniesa Desvitasari Hasibuan (31), dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki (31).

Di tempat terpisah, Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin membeberkan, dari 50 rekening kasus First Travel yang dibekukan PPATK, ada transaksi yang ditujukan untuk pembayaran fashion show Direktur Utama First Travel Anniesa Hasibuan. “Saya tidak hafal. Tapi ada satu ke New York terkait fashion show-nya,” terang Kiagus di Gedung PPATK, Jakarta Pusat.

Kendati demikian, Kiagus enggan menjawab sumber dana dan rekening yang digunakan untuk melakukan transaksi tersebut. Kiagus hanya menjelaskan bahwa ada aliran dana ke luar negeri yang masih harus ditelusuri. Dari transaksi tersebut juga telah terbukti bahwa ada transaksi yang digunakan untuk membeli aset restoran Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan di Inggris.

“Kalau transaksi ke luar negeri pasti ada. Tapi nanti ditelusuri apa sisa dananya ada. Kalau dia beli aset apakah masih ada. Nanti tindak lanjut selanjutnya akan ditempuh oleh penyidik,” katanya.

Kiagus menambahkan, awalnya aliran dana yang digunakan oleh 50 rekening tersebut memang diperuntukan bagi kepentingan para jemaah. Sebagian besar dilakukan antara 2011-2017. Namun, penyelewengan mulai terjadi pada awal 2015-2017. Tahun 2015 adalah tahun yang sama di mana bisnis fesyen milik Anniesa Hasibuan mulai dirintis, sedang pada 2016 adalah saat di mana Anniesa dan Andika membeli restoran di London, Inggris.

“Ke sini (2017), dari mulai mengadakan promo (umrah murah) banyak yang tidak berangkat di tahun 2015 dan 2016,” terang Kiagus. Namun ketika ditanyakan apakah uang tersebut mulai digunakan untuk membeli aset, Kiagus enggan menjawab. ”Saya tidak buat statement tersebut,” katanya. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY