Bogor Bangun Sentra Kuliner Rp 2,7 Miliar

0
714
Aneka kuliner Bogor

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: KULINER Bogor Jawa Barat, kian mengeliat. Mulai Kuliner khas Bogor tradisional maupun modern. Juga ada berbagai inovasi masakan baru yang terus tumbuh. Bahkan jajanan pinggiran kota Bogor tetap enak dinikmati.

Bogor dikenal sebagai kota hujan, kota wisata yang asri, kota peninggalan sejarah Belanda yang kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional. Malah, kurang lengkap rasanya saat berwisata di kota Bogor tanpa mencicipi kuliner khas di Kota Bogor.

Kuliner yang paling terkenal di Bogor seperti Makaroni Panggang, Sop Duren, Pia Apple Pie, Lapis Talas, Ceker Ranjau, Pizza Meteran, Mie Rampok, Soto Kuning, Toge Goreng, Bir Kocok, Bapatong (Bakso Ketupat gentong), Sate cungkring, asinan jagung bakar, Lagsana gulung, juga masih banyak kuliner lain dari Jepang, Thailand, Eropa yang sudah diolah dengan cita rasa Indonesia.

Maraknya kuliner yang selalu dipadati wisatawan, menggerakkan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Jawa Barat membangun sentra kuliner Bogor. Memang pembangunannya sempat terhenti karena terbatasnya anggaran. Pusat kuliner yang merupakan yang terbesar di Bogor berlokasi di Jalan Bina Marga, Kecamatan Bogor Timur, kini dilanjutkan lagi.

“Pembangunan tahap akhir sudah dilanjutkan sejak awal Oktober, akan dilakukan bertahap hingga selesai akhir tahun ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, di Bogor, Kamis (22/10).

Dilanjutkan, pembangunan gedung sentral kuliner menghabiskan dana sebesar Rp 2,7 miliar. Dananya dari APBD Kota Bogor dan bantuan dari Provinsi Jawa Barat. Pembangunan sempat terhenti sementara karena mekanisme lelang. “Pembangunan tahap pertama telah rampung Januari lalu, dilanjutkan pembangunan tahap kedua dengan biaya Rp 1 miliar, target sampai dengan selesai,” katanya.

Menurut Shahlan, gedung sentral kuliner ini menjadi tempat berkumpulnya sejumlah pedagang, atau produsen kuliner khas Bogor. Masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor dapat menikmati aneka kuliner yang terpusat di satu kawasan, katanya.

Gedung tersebut, terdiri atas dua lantai yakni lantai pertama akan digunakan untuk kios atau lapak bagi pelaku UKM, dan lantai dua terdapat kios yang dapat menampung 30 pedagang atau pengusaha kuliner yang ada di kawasan Bina Marga. “Dengan adanya sentra kuliner ini, pusat kuliner Kota Bogor lebih sehat, rapi, tidak ada lagi yang berjualan di pinggir jalan, atau di tenda,” katanya.

Ia menjelaskan kapasitas gedung sentra kuliner Kota Bogor tersebut dapat menampung pengunjung hingga mencapai 300 orang, dengan 30 stand atau kios bagi pengusaha kuliner yang ada di kota tersebut.

Gedung sentra kuliner akan terintegrasi sebagai salah satu lokasi kunjungan wisata di Kota Bogor karena selain bisa menikmati jajanan khas Sunda, para pengunjung akan disuguhkan pertunjukan kesenian dari sejumlah sanggar kesenian dari Kota Hujan. “Jadi gedung sentra kuliner ini tidak hanya menjadi pusat jajanan khas Kota Bogor tetapi menjadi tempat pengenalan dan pelestarian kebudayan serta kearifan lokal,” katanya. (*/ndy)

LEAVE A REPLY