BNPB: Aman Berwisata Meski Gunung Agung masih Aktif

0
35
Status Gunung Agung awas (Foto: www.infonawacita.com)

KARANGASEM, Bisniswisata.co.id: Aktivitas Gunung Agung di Bali, hingga kini masih aktif. Tercatat data Sabtu (7/10) menunjukkan asap Gunung Agung membumbung setinggi 1,5 kilometer. Asap itu didominasi uap air.

Namun, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menegaskan Bali aman untuk kunjungan wisata. “Bali aman untuk berwisata. Jangan takut dengan potensi letusan Gunung Agung. Belum meletus. Daerah bahaya hanya di sekitar G. Agung,” demikian pernyataan Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, lewat akun twitter miliknya, Senin (09/10/2017) pagi.

Jadi untuk dunia pariwisata, dikatakannya, para pelaku punya inisiatif untuk memberikan informasi dengan memasang poster atau pengumuman lain. “Inisiatif hotel di Bali memasang poster antisipasi letusan Gunung Agung. BALI AMAN UNTUK WISATA. Jangan takut. Mari menikmati indahnya Bali,” ujarnya.

Sutopo juga menjelaskan kondisi Gunung Agung, yang menurut dia di puncak gunung tertinggi di Bali itu terlihat asap kawah putih tipis, tingginya 200 meter. “Visual Gunung Agung pada 9-10-2017 pagi. Asap kawah putih tipis tinggi 200m, tekanan lemah. Belum terlihat tanda-tanda meletus,” ujarnya.

Terkait pengungsi, ungkap Sutopo, sudah datang bantuan lagi berupa beras dari Perum Bulog. “Bantuan beras 20 ton dari Perum Bulog untuk penanganan pengungsi Gunung Agung. Jumlah pengungsi masih lebih dari 141 ribu jiwa,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), I Gede Suantika‎ menjelaskan asap Gunung Agung membumbung setinggi 1,5 kilometer, didominasi oleh uap air mencapai 99 persen. Suhu uap air dihasilkan mencapai 100 derajat Celcius. Angka itu tercatat di mulut kawah Gunung Agung.

Sementara, suhu uap air dalam perut gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut jauh lebih panas lagi. “Di dasar Gunung Agung panasnya mencapai 200-300 derajat celcius,” jelas Gede Suantika sambil menambahkan asap putih yang terlihat dari kawah Gunung Agung mulai Sabtu malam bukan letusan. “Itu aktivitas solfatara,” ujar dia.

Dia menyebut asap tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh curah hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir di daerah sekitar gunung. Air hujan kemudian masuk ke kawah dan terjadi pemanasan di dalam perut Gunung Agung. “Kemungkinan penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi tiga hari terakhir,” Kata Gede Suantika.

Tetap Bahaya

Walau mayoritas kandungan asap itu adalah uap air, dia tetap melarang masyarakat mendekat. Sebab, asap tersebut tetap berbahaya. “Kalau kita mendekat jelas berbahaya. Bau belerang sudah sangat menyengat. Radius 700 meter sudah sangat menyengat. Diameter kawahnya kan 900 meter,” tambah Gede Suantika.

Sementara itu dari hasil evaluasi hari ini, aktivitas kegempaan Gunung Agung masih kritis. ‎”Gempa vulkanik dalam di angka 500-600 kali, gempa vulkanik dangkal 300-350 kali dan gempa tektonik lokalnya 60-70,” kata Gede Suantika. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY