BKPM: Realisasi Investasi Pariwisata Tembus Rp12,4 Triliun

0
33
Kapal pesiar Costa Victoria berlabuh di pelabuhan Bali

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengajak investor asing dan domestik untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata. Apalagi, saat ini banyak kawasan pariwisata baru atau Bali Baru yang belum dikembangkan secara optimal. Mengingat, investasi sektor pariwisata sangat menjanjikan.

Misalnya, investasi yang dilakukan investor sektor pariwisata terutama di Bali sepuluh tahun silam, kini sudah dapat menikmati hasilnya. Kalau investor menanamkan modalnya di Bali sepuluh tahun silam dalam bentuk hotel, resort, dan vila, sekarang pasti sedang menikmati keuntungan dari perkembangan sektor pariwisata di Indonesia.

“Karena itu, jika sekarang saatnya investasi di destinasi wisata Bali Baru, hasilnya akan nampak ke depannya, karena pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat,” papar Kepala BKPM Thomas Lembong Thomas dalam keteranga tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, di Jakarta, Selasa (10/10/2017)

Destinasi wisata Bali Baru tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu & Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur) serta dua kawasan pariwisata terpadu di Sumatera Barat, yakni Mandeh dan Gunung Padang.

Dilanjutkan, Pariwisata diyakini akan menjadi bisnis masa depan di Indonesia. Pariwisata merupakan ujung tombak baru dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penanaman modal. “Sektor pariwisata, tidak kalah pentingnya yakni infrastruktur pendukung akan menjadi sektor prioritas untuk menarik investor asing dan domestik,” ujarnya.

Menurut Thomas, peluang-peluang usaha yang muncul dari infrastruktur pendukung harus dimanfaatkan oleh investor secara optimal. “Prospek sektor ini sangat besar bila melihat data-data yang ada. Pertumbuhan investasi sektor pariwisata mencapai 18 persen per tahunnya,” katanya.

Lembong pun mengajak para investor untuk melihat bagaimana profil-profil destinasi pariwisata tersebut dalam forum Regional Investment Forum (RIF) yang akan diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 15-17 Oktober 2017 mendatang.

Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata dalam semester I/2017 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya naik 35%. “Ini tentu menunjukkan bagaimana ruang pertumbuhan sektor ini masih terbuka lebar,” ujar mantan Menteri Perdagangan tersebut.

Dari data BKPM, selama periode 2010-2016 realisasi investasi di sektor pariwisata tumbuh rata-rata 20% per tahun dan menyerap 221 ribu tenaga kerja. Jika merujuk pada data realisasi investasi pariwisata pada Semester I Tahun 2017, nilai realisasi investasi pariwisata mencapai USD929,14 juta atau Rp12,4 triliun. Nilai ini tumbuh 37% dari realisasi investasi pariwisata pada semester I tahun 2016.

Sedangkan penanaman modal asing (PMA) pariwisata pada 2015 mencapai Rp 12,8T. Total investasi baru sektor pariwisata pada 2015 adalah Rp 15 triliun. Thomas bahkan menyatakan optimismenya pada investasi pariwisata. Dengan pertumbuhan stabil rata-rata pariwisata Indonesia 10 persen, turisme di Indonesia sangat menjanjikan. “Tourism in Indonesia is the future business! Opportunity of the decade!” sebutnya dalam bahasa Inggris.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2017 mencapai 9,25 juta kunjungan atau naik 25,68% dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 7,36 juta kunjungan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY