Bisnis Perhotelan di Indonesia Tumbuh, Persaingan Kian sengit

0
815

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sepuluh 10 tahun terakhir, bisnis perhotelan di Indonesia semakin menggeliat, terus tumbuh. Hal ini dipicu aktifitas perdagangan, investasi, bisnis, eksibition, juga pariwisata menjadi magnitude kuat.

“Bahkan kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara terus meningkat, dibarengi dengan semakin bergairahnya pasar domestik membuat pasokan kamar terus bertambah setiap tahunnya,” papar pemerhati juga pelaku bisnis perhotelan Henry Husada di Jakarta, Sabtu (24/09/2016).

Dilanjutkan, data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat ini, jumlah hotel berbintang di seluruh Indonesia mencapai 270.500 unit. Bahkan jika pengembang tidak menunda rencana pembangunan kembali, jumlah kamar hotel diperkirakan bertambah 58.000 unit tahun 2016.

“Bila ditambah hotel non-bintang, total kamar hotel bisa mencapai 550.000 unit. Ini menunjukkan tingkat keterisian hotel di Indonesia mulai membaik pada paruh kedua tahun ini. Meski hasil dari semester pertama masih rendah, tetapi pihaknya optimistis bukan tidak mungkin hasil semester kedua ini di atas 70%,” jelasnya.

Dari sisi pariwisata, berdasarkan data BPS, pada 2015 jumlah kunjungan wisman tercatat mencapai 10.406.759 orang. Jumlah tersebut melebihi target yang dipatok Pemerintah sebesar 10 juta wisman.

Indonesia memang surga liburan. Keindahan alam dan kekayaan ragam budaya Indonesia menjadi daya tarik pariwisata. Tak heran hotel-hotel baru terus bermunculan. “Jadi bisnis perhotelan masih paling diminati untuk investasi sektor pariwisata. Pasalnya, imbal hasil investasi atau return of investment (ROI) di bisnis hotel lebih cepat,” ungkap Henry Husada.

Karena itu, Henry Husada secara agresif mengembangkan dan meningkatkan portfolio bisnis hotelnya di Tanah Air. Melalui bendera Kagum Group, Henry memperluas kapasitas bisnis hotelnya dengan mengepakkan sayap ke berbagai kota di Indonesia.

‚ÄúSektor perhotelan di Indonesia masih sangat menarik dan berpeluang bagus ke depannya. Meski demikian, seiring dengan peluang yang ada, persaingan pun semakin sengit,” ungkap Henry Husada juga Chairman dan CEO Kagum Group. Seiring dengan peluang yang ada, persaingan pun semakin sengit.

Diungkapkan, pemain internasional dan jaringan lokal pun semakin agresif menyerbu pasar perhotelan di Tanah Air. Sejumlah pemain raksasa makin ekspansif mengembangkan hotel di sejumlah kota di Indonesia.

Agresivitas pemain dunia diakui Henry justru membuat dirinya semakin tertantang untuk menawarkan sesuatu yang baru di dunia perhotelan. “Memang, diferensiasi sangat menentukan keberhasilan sebuah produk di pasaran. Begitu juga dengan hotel,” paparnya. (endy)

LEAVE A REPLY