Bikin Turis Takut, Status Tanggap Darurat Dicabut

0
144
Presiden Jokowi foto bersama wisatawan di Pantai Kuta Bali diharapkan dongrak kunjungan turis asing (Foto: Trendsmap)

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Status tanggap darurat Gunung Agung dicabut. Pencabutan itu, hasil rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama tiga jam di Wisma Wedhapura Sanur, Denpasar, Jumat (22/12/2017) malam.

“Karena sudah tidak diperlukan lagi. Mengapa rapat terbatas di Bali, untuk menyampaikan kepada turis, wisatawan kepada dunia bahwa Bali aman dan kita harapkan target turis yang datang ke Indonesia terutama Bali sesuai target yang kita hitung,” ungkap Kepala Negara.

Saat ini, lanjut Jokowi, status Gunung Agung masih Awas atau berada di Level IV. Radius zona bahaya berada 8-10 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. “Jadi, jangan sampai di-image-kan seluruh Bali (berstatus Awas),” lontarnya sambil meminta kepada awak media agar memberitakan segala hal yang baik mengenai Bali.

Sebetulnya tempat-tempat tujuan wisata yang ada di Bali seharusnya tidak ada masalah. Tetapi karena banyaknya pemberitaan mengenai erupsi Gunung Agung yang tidak akurat dan diikuti oleh keluarnya travel banned dari beberapa negara sehingga berdampak langsung pada penurunan aktivitas pariwisata yang ada di Bali, kata Presiden.

Presiden juga mengharapkan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pariwisata agar terus memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada duta besar-duta besar Indonesia yang berada di negara-negara sahabat untuk menarik wisatawan asing berwisata ke Indonesia khususnya di Bali.

“Perlu dikerahkan kedutaan besar kita di luar negeri dan memberikan penjelasan informasi yang akurat yang menyangkut keamanan berkunjung ke Bali dan tentu saja langkah kontingensi yang kita siapkan kalau memang bencana itu terjadi,” ujar Presiden seperti dilansir laman Setkab.go.id

Kepala Negara menyampaikan melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Kementerian Pariwisata juga mengajak pelaku pariwisata seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), serta maskapai penerbangan untuk memberikan informasi dan promosi pariwisata sehingga wisata di Bali bisa kembali normal dan mencapai target wisatawan yang telah ditetapkan.

Berkaitan 10 destinasi baru yang sudah ditetapkan, Presiden menyampaikan sebelum investasi besar masuk ke wilayah akan dikembangkan, hal-hal seperti tata pemukiman, penghijauan wilayah, pembangunan infrastruktur, maupun yang berkaitan dengan hotel atau resort, perlu disiapkan dengan baik. Presidenpun memberikan contoh kunjungannya ke Raja Ampat, Papua.

“Ini adalah sebuah destinasi baru yang mestinya bisa kita khususkan pada segmen tertentu. Yang pertama misalnya runway dan terminal di sana yang belum siap. Yang kedua masalah tata kota yang ada di Kota Raja Ampat, saya kira tugasnya Bappenas untuk mendesain baik yang berkaitan dengan tata kotanya, dengan pemukimannya sehingga tidak campur,” ungkap Presiden.

Hal tersebut, menurut Presiden, perlu ditetapkan sejak awal sehingga tata kotanya bagus, tempat wisata terkendali, hutan konservasi, hutan lindung serta konservasi sumber daya alam laut yang ada di situ juga terlindungi. “Saya kira kalau hal ini dimulai sejak awal penataan destinasi kota baru, pariwisata kita akan lebih terarah dan lebih jelas,” pesan Presiden.

Sapa Turis

Sebelum menggelar Rapat Terbatas, Presiden Jokowi menyempatkan jalan-jalan di Pantai Kuta yang berjarak sekitar 100 meter dari hotel tempat menginap. Sekitar pukul 17.30 Wita, Presiden berjalan menyusuri Pantai Kuta bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Selama menyusuri pantai, Presiden menyapa para wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kunjungan Jokowi ke Pantai Kuta memberikan sinyal jika kondisi Bali aman. Dengan demikian, diharapkan wisatawan tak ragu untuk berlibur di Bali. “Sore hari ini saya berada di Pantai Kuta di Pulau Dewata Bali, Bali aman. Dan wisatawan kalau kita lihat ini di Pantai Kuta sangat ramai sekali,” Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun tak lupa mengajak masyarakat untuk menghabiskan waktu berlibur di Bali. “Sore hari ini saya berada di Pantai Kuta di Pulau Dewata Bali, Bali aman. Dan wisatawan kalau kita lihat ini di Pantai Kuta sangat ramai sekali. Jadi kalau ingin berwisata di Pulau Bali dalam liburan ini silakan datang ke Bali,” tutur Presiden.

Presiden juga sempat membuat vlog di tengah kerumunan wisatawan. “Kalau kita lihat ini, sore hari ini saya berada di Pantai Kuta, ramai sekali coba lihat, ramai, ramai, ah ramai, ramai, ramai sekali, ramai sekali, ramai sekali, ramai sekali, aah ramai sekali,” kata Presiden dalam vlognya.

Usai menikmati keindahan Pantai Kuta selama 30 menit, Presiden bersama rombongan berjalan kaki menuju sebuah warung yang berada di kawasan Kuta. Tak lupa, Presiden kembali menyapa dan menerima ajakan berswafoto dari para warga dan turis yang ada di sepanjang perjalanan menuju warung. Di warung tersebut, Presiden menikmati hidangan caffe latte dan pisang goreng. Setelahnya, Presiden beserta rombongan kembali ke hotel dengan berjalan kaki. (HMS)

LEAVE A REPLY