BI: Perbankan Harus Dukung Pariwisata Syariah

0
817

SURABAYA, test.test.bisniswisata.co.id: Bank Indonesia (BI) mengungkapkan Industri pariwisata syariah memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan. Esensi wisata syariah terletak pada usaha menyingkirkan segala hal yang dapat membahayakan bagi manusia dan mendekatkan manusia kepada hal yang akan membawa manfaat bagi dirinya maupun lingkungan. Hal ini menarik banyak peminat di dunia, tidak terbatas pada kaum muslim.

“Minat terhadap wisata syariah harus direspons dengan pengembangan usaha wisata syariah di Indonesia, sehingga dapat turut menggerakkan perekonomian nasional,” papar Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur Benny Siswanto dalam seminar nasional bertema “Potensi Wisata Berbasis Syariah di Indonesia” yang diselenggarakan BI di Surabaya, Kamis (29/10/2015).

Dilanjutkan, Industri pariwisata syariah dunia saat ini semakin meningkat, dengan negara-negara seperti Turki dan Malaysia sebagai pengembang industri pariwisata yang besar. Di Indonesia berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), ada 13 provinsi yang sudah siap sebagai destinasi wisata syariah.

Daerah itu ialah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali. “Kita perlu meningkatkan pengetahuan para pengusaha dan perbankan mengenai lini usaha wisata, yang termasuk dalam kategori wisata syariah serta potensi pengembangan wisata syariah, sehingga diharapkan sektor ini pun akan lebih cepat berkembang,” tandasnya.

Inilah yang digagas BI melalui seminar nasional yang bertajuk Potensi Wisata Berbasis Syariah di Indonesia. Seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada stakeholder tentang lini usaha wisata yang termasuk dalam kategori wisata syariah, dan membantu mempercepat pengembangan industri wisata syariah di Indonesia.

“Seminar mengenai pengembangan pariwisata syariah yang diadakan Bank Indonesia merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah Indonesia (Indonesia Shari’a Economic Festival ( ISEF) 2015,” tandasnya.

Menurutnya, penyelenggaraan ISEF merupakan bentuk peran aktif BI dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Untuk itulah, selain seminar wisata syariah, BI juga menyelenggarakan beberapa kegiatan lain terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. (*/end)

LEAVE A REPLY