Bhutan dan Jordania minati TTC Travel Mart 2014

0
708
JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kalangan industri pariwisata dari dalam dan luar negeri  termasuk sejumlah Tourism Board asing melakukan pertemuan bisnisnya selama  sehari di hotel Redtop , Pecenongan dengan menghadirkan sedikitnya 183 sellers, kata  Tedjo Iskandar, Managing Director  TTC – Destination Networking, penyelenggara kegiatan itu hari ini.
“Di ajang TTC Travel Mart 2014 bulan September ini  para pembeli (buyer) dan penjual (seller) melakukan transaksi bisnis atau berkomitmen untuk menjual paket-paket wisata di dalam maupun di luar negri. Ini kegiatan ke 21 yang kami selenggarakan setelah Febuari lalu digelar di hotel yang sama. Kali ini variasi peserta juga bertambah dengan kehadiran industri wisata dari Bhutan dan Jordania,” ungkapnya.
Menurut Tedjo untuk tahun ini merupakan yang ke dua kali karena Febuari lalu dia juga menggelar kegiatan bisnis ini. Seperti halnya tahun-tahun lalu kali ini peserta mengikuti bursa wisata ini di Jakarta dan Makasar. Jumlah seller di Makasar mencapai 94 perusahaan atau 98% dari target peserta.
“Untuk Badan Promosi Pariwisata asing yang berpartisipasi kali ini adalah dari Japan National Tourism Organization, Korea Tourism Organization, macau Governement Tourist Office, Philipines Departement of Tourism, Sabah Tourism, Sarawak Tourism Board dan Tourism New Zealand,” ungkap Tedjo.
Selain tour operator, jaringan hotel nasional maupun internasional,  juga ada tempat-tempat wisata di mancanegara yang ikut berpartisipasi seperti Malaysia Attraction yang menjual atraksi bertema khusus sekaligus resort di negri jiran itu. Sementara dari Singapura hadir Sentosa Leisure Management dan Skyle Luge yang cocok untuk rekreasi keluarga.
Peluang kalangan industri untuk mendapatkan harga-harga paket wisata maupun tarif hotel yang miring juga terbuka dengan berkumpulnya para wholesale seperti Andalan Usaha Cemerlang, Apple Holidays, Asian Links Travel, Bedsonline, BeeHolidays, Global Center, Kliknbook.com, Royal Pasific seerta Cruise Centre.
Tedjo mengatakan antusiasme dan partisipasi peserta selalu tinggi  sehingga pihaknya harus secara tegas membatasi jumlah buyer (pembeli) terutama karena kesempatan untuk bertemu dengan tour operator, land operators dalam satu atap.
“35 hari sebelum hari H peserta sudah mencapai target 100%> Hal ini karena peserta menyadari tanpa harus mengikuti bursa-bursa wisata di luar negri yang menguras kantong lebih dalam karena biaya besar yang harus dikeluarkan, maka di TTC Travel Mart ini usaha besar bisa mendukung usaha kecil dan usaha yang baru start-up juga bisa berkembang dengan aktif melakukan jejaring (networking) diantara seller dan buyer,” jelas Tedjo
Johnny Judianto, Presdir Cruise Centre yang berpartisipasi dalam TTC Travel Mart ini mengatakan dia ingin bekerjasama dengan lebih banyak travel agent di Indonesia untuk kegiatan wisata cruise dan memperkenalkan wisata kapal pesiar.
“Jadi ini kesempatan bagi kami untuk mengedukasi travel agent agar aktif menjual paket wisata kapal pesiar dengan tawaran harga mulai US$ 199/orang untuk berwisata selama 3 malam 4 hari. Naik kapal pesiarnya bisa dari Singapura, AS dan Eropa.  malam 3 hari. Dari Eropa dan AS juga ada,” jelas Johnny.
Sayangnya dia enggan mengungkapkan berapa jumlah paket wisata kapal pesiar yang dijualnya  per bulan dengan segmen pasar wisatawan Indonesia ini. Namun dia menyebutkan bahwa minat wisatawan Indonesia untuk berwisata dengan kapal pesiar sudah mulai meningkat lagi. Tahun 1990an Indonesia disinggahi langsung kapal-kapal pesiar seperti Awani dream.
“Wisata kapal pesiar paling cocok untuk liburan keluarga terutama dalam hal kualitas waktu yang bisa dimanfaatkan untuk saling memanjakan keluarga dan keunggulannya tidak capek di jalan karena kapal singgah di tempat-tempat yang eksotik,” tambahnya. (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.