Berau, Kaya Obyek Wisata Bahari Miskin Kunjungan

0
878
Pulau Derawan Berau Kaltim (Foto: wisataKaltim.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pariwisata Kabupaten Berau Kalimantan Timur (Kaltim), kini mulai bangkit. Bangkit dari tidur, yang sekian lama terabaikan dari sentuhan promosi, publikasi, propaganda positif. Padahal sentuhan itu wajib dijalani, demi meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman).

Berau memang kayak obyek wisata, terutama wisata bahari dengan deretan puluhan pulau yang semuanya layak dijual ke wisatawan. Sayangnya jumlah kunjungan wisatawan masih sangat rendah, miskin kunjungan. Terbukti, tahun 2014 kunjungan wisatawan ke Berau hanya sekitar 88.000 wisnus dan 10.000 wisman. Tahun 2015, target kunjungan sebesar 10.000 -140.000 wisatawan.

“Kecilnya kunjungan wisatawan karena pariwisata Berau baru dikenalkan ke wisatawan sejak tahun 2008. Promosi dan publikasi memang ada tapi tidak gencar seperti saat ini. Wisatawan datang biasanya dari mulut ke mulut saja. Sengaja kami tidak promosi karena kami ingin membangun infrastruktur lebih dulu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk sadar wisata,” papar Bupati Berau Makmur HAPK saat promosi wisata Berau di Jakarta, Sabtu 11/4/2015) malam.

Percuma saja, lanjut Bupati, pariwisata dipromosikan secara kontinue namun kondisi di lapangan sangat amburadul.
Pemerintah Berau dibantu Pemerintah Provinsi Kaltim dan pusat membangun infrastruktur mulai perbaikan dan pelebaran jalan menuju onyek wisata. Juga membangun lapangan terbang yang lebih presentatif.

“Bahkan kami membangun lapangan terbang baru di Pulau Wisata Maratua dengan landasan pacu sepanjang 1.200 meter dengan lebar 32 meter sehingga diharapkan dapat didarati pesawat jenis ATR yang dapat mengangkut penumpang hingga 50 orang,” katanya sambil menambahkan proses pengerjaan sudah 100 persen, hanya tinggal pembangunan terminal kedatangan dan keberangkatan.

Keberadaan bandara ini sangat strategis, sambung dia, selain mendongkrak sektor pariwisata, keberadaan Bandara Maratua juga dapat meningkatkan akses transportasi, mendukung berkembangnya sektor wisata bahari dan pemerataan di kawasan perbatasan dan pedalaman serta untuk pertahanan di kawasan pulau terluar, karena dapat didarati pesawat militer jenis Hercules untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Dilanjutkan sebelum pariwisata Berau digencarkan, masyarakat Berau, terutama nelayan diberi sosialisasi agar sadar wisata. Ini sangat penting, agar masyarakat menyadari keberadaan wisatawan agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Karena wisatawan yang datang hendaknya tidak dijahili, diperas dengan penjualan makanan, minuman maupun souvenir dengan harga yang mencekik.

“Kita sadarkan jika wisatawan tidak nyaman dengan kondisi di Berau, maka wisatawan tak mau datang atau menginformasi
kepada temannya agar tak datang ke Berau. Jadi yang rugi adalah masyarakat Berau karena tak ada pemasukan bagi mereka. Nah ini penting disadarkan bagi mereka, akhirnya meraka juga menyadari,” paparnya.

Yang tak kalah pentingnya adalah membangun, memperbaiki, mempercantik rumah mayakarat maupun nelayan yang lebih presentatif, karena bisa dipakai homestay bagi wisatawan yang datang. “Untungnya ini sudah berjalan, kami membangun dan merenovasi sekitar 100-200 rumah warga dan kini sudah jadi homestay, sehingga dampak ekonomi pariwisata langsung ke masyarakat yang menikmati,” lontarnya.

Dijelaskan renovasi rumah warga itu saat Kaltim jadi tuan rumah PON tahun 2008. Dan Berau mendapat tempat sebagai lokasi pertandingan voli pantai, diving, snorkling dan olahraga bahari lainnya. “Kami dapat dana, dan kami gunakan untuk membangun rumah warga,” ungkap Bupati.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Rohani menambahkan destinasi wisata yang ada di Berau, lebih banyak ke wisata bahari, seperti Pulau Derawan yang paling banyak didatangi wisatawan, karena Taman Bawah Laut yang diminati wisatawan mancanegara terutama para penyelam kelas dunia.

Juga ada Pulau Maratua, Biduk Biduk, Pulau Sangalaki, dan Pulau Kakaban yang ditinggali satwa langka seperti penyu hijau dan penyu sisik. Juga di Pulau Kakaban dijumpai segerombolan ikan hias dan berenang bersama penyu hijau.

“Jika ingin menyaksikan penyu-penyu tersebut bertelur , dan melepas anak penyu (tukik) kita bisa mengunjungi pulau Sanglaki , atau jika ingin mencoba kegiatan yang lebih menantang , bisa berenang bersama ubur-ubur di danau Kakaban, tapi tenang saja , ubur-ubur di danau ini tidak menyengat,” paparnya.

Selain wisata Bahari, tambah dia, Berau juga memiliki wisata budaya berupa Bangunan Keraton Kesultanan Gunung Tabur ini sangat indah walaupun hanya terbuat dari bahan kayu, dan tidak terlalu luas. Bangunan ini juga sangat kental dengan nuansa Melayu yang identik.

“Juga Keraton atau Istana Sambaliung adalah salah satu bukti sejarah keberadaan Kesultanan Sambaliung di daerah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Bangunan keraton yang ada sekarang diperkirakan berdiri saat Belanda datang, dan ada sejarah panjang atas bagunan keraton ini,” sambungnya. (endy)

LEAVE A REPLY