Alokasi Benahi Danau di Bali Rp600 Miliar

0
215
Danau Batur Bali (Foto: pegi-pegi.com)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2017 mengalokasikan anggaran sebesar Rp600 miliar untuk pemeliharaan dan pembenahan empat danau di Provinsi Bali, juga menjadi destinasi pariwisata yaitu danau Batur, Beratan, Buyan dan Tamblingan Bali

“Jadi tahun depan kami usulkan di empat danau tidak fokus di danau Batur saja walaupun danau Batur menjadi prioritas nasional. Danau Buyan kondisinya agak memprihatinkan, jauh lebih buruk dari pada danau Batur karena itu kami usulkan ke empat-empatnya untuk ditangani. Usulan kami sekitar Rp600 miliar dimulai tahun depan,karena (nilainya) besar kami coba menjadi kontrak tahun jamak,” ujar Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Ketut Jayada, seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (11/11/2016).

Dari tahun ke tahun pekerjaan yang dilakukan di empat danau itu, berupa operasi dan pemeliharaan, pembersihan eceng gondok dan pengangkatan sedimentasi. Baru pada 2016 dilaksanakan desainnya dan diharapkan tahun 2017 dapat mulai dilaksanakan pembangunan fisik berupa tanggul, sand trap, dan saluran pengelak. “Kegiatannya nanti berupa kegiatan pembuatan tanggul, sand trap kemudian ada saluran pengelak dan lain lain tergantung kondisi danau masing masing,” ungkap Ketut.

Penanganan tersebut dianggap penting karena berdasarkan hasil studi yang dilakukan, terjadi pendangkalan cukup besar di keempat danau tersebut. Sedimen yang masuk ke danau sekitar 1.500 kubik per tahun.

Dicontohkan, berdasar hasil identifikasi, pendangkalan di Danau Batur akibat adanya eksploitasi galian C. Saat ini aktivitas penggalian sudah terhenti karena pemerintah daerah dan kepolisian sudah melarangnya. Selain itu, di Danau Batur mulai banyak permukiman di pinggiran danau.

Ketut menilai penting sekali untuk mentetapkan garis sempadan dengan upaya fisik yang menandai batas antara danau dengan batas dengan tanah masyarakat sehingga tidak terjadi penyerobotan. “Kita upayakan berupa tanggul yang di atasnya didesain menjadi walkway sehingga batas antara masyarakat dan danau menjadi permanen. Kalau tidak permanen, masyarakat pada saat surut ,akan turun apalagi kalau ada pendangkalan muncul tanah baru,” jelasnya.

Permasalahan lainnya yaitu keramba jaring apung yang sangat mempengaruhi kualitas air danau. Disebutkan beberapa tahun lalu terdapat ikan mati secara sporadis yang menunjukkan kualitas air sangat buruk. “Kami sudah melakukan dialog dengan masyarakat di kawasan danau Batur bagaimana mengupayakan membentuk zonasi sehingga tidak seluruh kawasan danau menjadi daerah eksploitasi keramba jaring apung karena tentu ada potensi lain di danau Batur selain perikanan seperti pariwisata,” tambah Ketut.

Seperti diketahui, Danau Batur merupakan salah satu dari 15 danau prioritas yang tercantum dalam RPJMN. Salah satu dasar dipilihnya danau tersebut menjadi prioritas nasional karena keunikannya yang merupakan danau vulkanik dan terbesar di Bali. Selain itu, kawasan Batur juga ditetapkan oleh UNESCO sebagai geopark. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY