Belanda Tertarik Investasi Batik & Tenun NTT

0
176
Tenun dan batik Sumba Timur NTT (Foto: Pos Kupang - Tribunnews.com)

AMESTERDAM, Bisniswisata. co.id: Sejumlah pengusaha Belanda tertarik menanamkan investasi di provinsi berbasis kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT). Investasi yang diminati antara lain pertanian, peternakan, pengairan, jembatan Pamlerah di Flores Timur hingga textil yakni batik atau tenun NTT. Ternyata tenun NTT sudah dikembangkan dalam riset fashion di Lieden.

“Kami meminta Pemerintah Provinsi NTT melalui Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk mempersiapkan potensi-potensi investasi yang bisa dikembangkan di NTT untuk ditawarkan ke investor Belanda,” papar juru bicara Tim Konsorsium Belanda, Latif Gau melalui surat elektronik, seperti dilansir laman Antara, Sabtu (24/06/2017).

Dijelaskan, ada delapan pengusaha Belanda yang akan melakukan feasibility study di NTT. Karena itu, bahan informasi tentang potensi ekonomi NTT dihendaknya disiapkan secara matang dan profesional sehingga jika para pengusaha Belanda datang ke NTT, semuanya sudah siap dan diharapkan tidak mengecewakan investor.

“Rencananya akhir tahun ini, kami bersama Duta Besar Belanda berencana ke NTT dan Larantuka dengan membawa delegasi business. Mungkin nanti pada saat ground breaking Jembatan pancasila Palmerah pada tanggal 20 Desember 2017, tetapi kami harap bahan-bahan bisa kami peroleh sebelum mereka ke NTT,” harapnya.

Mengenai pilihan ke NTT, dia mengatakan, para pengusaha Belanda memilih NTT sebagai salah satu daerah untuk pengembangkan bisnis karena Belanda akan melaksanakan investasi di sektor kemaritiman pertama di Indonesia dan lokasinya ada di NTT yakni Flores Timur.

Investasi yang dilakukan konsorsium Belanda itu, selain membangun jembatan Palmerah yang menghubungkan Pulau Flores dengan Adonara juga membangun pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Gonzalu. “Jadi mungkin saja, para pengusaha merasa perlu menanamkan investasi di NTT, terutama di Pulau Flores yang nantinya bisa memanfaatkan listrik dari tenaga arus laut,” kata Latif Gau.

Memang, NTT terkenal dengan kain tenun ikatnya. Corak yang beragam dan perpaduan warna yang kaya dan khas juga memiliki keindahan motifnya menjadi alasan tepat untuk menjadikan warisan budaya ini sangat populer di Indonesia maupun mancanegara.

Selain itu, tenun NTT sangat mudah dipadupadankan dengan berbagai bahan lainnya. Untuk itu, tidak jarang beberapa desainer senang mengeksplor tenun NTT dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Pasalnya, dilihat dari teksturnya yang lembut dan keindahan motif dan warna yang khas. Sehingga geliat atau upaya desainer untuk tenun sebagai identitas bangsa semakin ditunjukkan oleh beragam koleksinya. (*/ANT)

LEAVE A REPLY