Bee Holiday ajak masyarakat berwisata ke Tanjung Puting

0
1133
Beragam aktivitas di Taman Nasional Tanjung Puting

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Bee Holiday menawarkan paket wisata Tanjung Puting untuk mengajak masyarakat Indonesia menyukai kegiatan ekowisata, meningkatkan kualitas hubungan sekaligus menjadi kegiatan edukasi keluarga, kata Bahriansyah, Managing Director perusahaan perjalanan itu.

“Selama ini masyarakat Indonesia lebih memilih destinasi favorit seperti Yogyakarta dan Bali untuk wisata keluarga atau bahkan sibuk mempersiapkan tour ke luar negri di akhir tahun. Padahal Indonesia kaya dengan variasi paket-paket wisata dan untuk para orangtua yang sehari-hari sudah sibuk, justru liburan saatnya memperbaiki kualitas hubungan anggota keluarga,” kata Bahriansyah yang akrab dipanggil Momod.

Berbicara di sela-sela TTC Travel Mart di Hotel Redtop, kemarin, dia mengungkapkan bahwa berwisata petualangan ke Taman Nasional Tanjung Puting, rumah bagi orangutan di Provinsi Kalimantan Tengah dapat dilakukan dengan nyaman dan penuh aktivitas yang ceria.

“Dari Jakarta ada dua kali penerbangan ke Kota Pangkalan Bun yang menjadi ibukota Kotawaringin. Penerbangan ini ditempuh dalam waktu 55 menit dan sesampainya  di Bandara Iskandar hanya butuh kurang dari 30 menit untuk ke sebuah dermaga di Kumai. Setelah itu perjalanan 30 menit lagi menuju Taman nasional Tanjung Putting,” tambahnya.

Menurut Bahriansyah, di ajang TTC Travel Mart ini dia bertindak sebagai wholesale dan meyakinkan kalangan travel agent untuk memasarkan Tanjung Puting sebagai paket wisata yang aman dan nyaman meskipun peserta tour diajak untuk melakukan ekowisata dengan menyusuri sungai, keluar masuk hutan untuk melihat aktivitas orangutan, bekantan dan kekayaan fauna unik lainnya khas Indonesia.

Setiap hari sedikitnya ada 60-80 orang wisatawan asal Eropa yang datang ke Tanjung Putting atau 90% adalah turis asing dan sisanya baru wisatawan domestic atau disebut wisatawan nusantara (wisnus). Pasar  wisnus ini sangat besar karena penduduk Indonesia sudah mencapai sekitar 240 juta orang sehingga meski orang Indonesia belum terbiasa berwisata ke hutan pihaknya tetap semangat memasarkannya.

“Kalau keluarga mau menghabiskan week-end di luar Jakarta, bisa berangkat Jumat pulang Minggu. Untuk paket wisata 3 hari 2 malam harga per orang berkisar Rp 3 juta di luar biaya penerbangan. Di hutan juga ada Rimba Orangutan Ecolodge yang letaknya hanya satu kilometer dari Desa Sei Sekonyer.” Jelasnya.

 Penginapan ini ditempuh setelah melalui Sungai Sekonyer dan merupakan satu-satunya penginapan dengan pelayanan profesional sepanjang Sungai Sekonyer. Semua kamarnya dibuat di atas tanah rawa dan seluruhnya terbuat dari kayu. Seluruh kamarnya dihubungkan dengan jalan kayu yang dibuat di atas permukaan tanah. Kamar memiliki fasilitas listrik, AC, brankas, tempat tidur berkelambu, dan (katanya) kamar mandi dengan pancuran air panas.

Tamu juga bisa memilih tinggal bersama penduduk Desa Sei Sekonyer yang menyediakan homestay. Bayangkan, ujar Bahriansyah, keluarga Anda menyusuri sungai ddengan klotok, sebutan untuk perahu tradisional bermotor yang digunakan di sungai-sungai di Kalimantan.

Bee Holiday memiliki dua unit klotok berukuran sekitar 3m x 12m dengan dua geladak dimana dibagian dasar digunakan oleh kapten, awak klotok, juru masak dan pemandu. Sedangkan geladak utama (atas) dihuni oleh penumpang atau wisatawan. Fungsi geladak atas dapat diubah dengan seketika oleh awak klotok menjadi tempat bersantai, tempat makan ataupun tempat tidur, sesuai keperluan.

“Sepanjang perjalanan kita dapat merajut kembali hubungan dengan anak, istri atau suami dengan komunikasi yang mesra. Di sepanjang sungai bisa menyaksikan orangutan atau bekantan yang kerap muncul untuk makan. Sementara menikmati hidup di desa atau di hutan merupakan kegiatan edukasi bagi seluruh anggota wisata tentang pelestarian alam di hutan tropis,” jelasnya.

Untuk berinteraksi dengan orangutan yang diliarkan atau dikembalikan ke hutan hanya perlu berjalan sekitar 750 meter masuk ke dalam hutan dari pusat informasi Tanjung Harapan. Di sini ada sebuah panggung yang berfungsi sebagai tempat memberi makan kepada orangutan. Ada hewan-hewan lain seperti tupai atau babi hutan yang kerap ikut menikmati makanan yang disajikan.

“Tugas mensosialisasikan wisata ke Tanjung Puting ini bukan hanya pada Bee Holiday, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia sehingga dapat menghargai kekayaan alam dan wisatanya di dalam negri,” tegasnya . (hildasabri@yahoo.com).

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.