Becak Hias di Malaysia Jadi Magnet Baru Wisman

0
32
Becak hias Malaysia

MELAKA, Bisniswisata.co.id: Nasib becak di Indonesia disia-siakan. Di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan lainnya dilarang masuk kota. Paling Parah di Jakarta, angkutan tradisional beroda tiga ini maslh dipusokan atau ditenggelamkan di Kepulauan Seribu. Sebaliknya di Malaysia, Becak menjadi magnet baru dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.

Banyak turis tertarik dengan angkutan yang digenjot dengan tenaga manusia ini. Apalagi kreatifnya pejabat pariwisata Malaysia dengan sentuhan lampu warna-warni, dilengkapi musik juga dihiasi gambar karakter kartun. Sehingga membuat dan lampu-lampu, becak di Malaysia tak hanya jadi alat transportasi, tapi juga magnet wisatawan mancanegara (wisman).

Becak-becak hias ini ramai beroperasi di Melaka, kota yang juga dipadati oleh bangunan bersejarah dilindungi UNESCO. Jika sudah siap menjadi pusat perhatian di jalanan, cobalah untuk berkeliling Melaka sambil naik becak ini.

Bagi wisatawan yang beruntung, juga bisa naik becak hias dengan musik menggelegar. Lagunya mulai balada dari India sampai elektronik Mandarin. Tarif naik becak hias ini seharga Rp81.000 selama 30 menit. Dua orang dewasa berbadan sedang bisa naik di atasnya.

Melaka menjadi saksi sejarah pembangunan Malaysia di abad ke-15. Kawasan ini merupakan pelabuhan yang ramai disinggahi pedagang dunia pada zaman penjajahan. Kawasan ini sempat dikuasai oleh Portugis, sebelum akhirnya diminta Belanda, dan direbut oleh Inggris pada abad ke-19.

Banyak turis yang naik becak hias untuk merasakan kearifan lokal ala Malaysia, yang semakin tergerus oleh modernisasi di pusat kotanya. “Ada perasaan nostalgia saat naik becak ini. Terutama saat malam hari,” kata salah satu turis lokal Ganapathy Kuppusamy. Menyenangkan memang. (*/NDIK)

LEAVE A REPLY