BBTF 2018: Exploring the Colours of Indonesia

0
42

BALI,bisniswisata.co.id,- PERTUMBUHAN pariwisata di Indonesia tercatat sebagai salah satu yang terbaik di dunia dan di antara 20 tercepat perkembangannya secara global. Pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor terdepan dalam prioritas rencana kerja 2018 pemerintah yaitu sektor pertanian, pariwisata dan perikanan. 

Indonesia diharapkan menjadi pemain global dengan mengekspos kekayaan alam, seni budaya di seluruh negeri yang selama ini kurang tersentuh pasar dunia. Pemerintah menargetkan sejumlah tujuan wisata untuk mengakomodasi tren baru pariwisata nomaden, ekowisata serta mengembangkan 10 tujuan wisata Bali baru yang diharapkan setara dengan Bali dalam menarik wisatawan asing. Indonesia menanggapi positip perubahan tren tujuan liburan ke keseimbangan kerja dan liburan sebagai bagian pertumbuhan ekonomi rekreasi dan pariwisata nomaden.

Pada 2019, Kementerian Pariwisata telah menetapkan target Indonesia menjadi 30 negara paling top di dunia (meningkat 12 tingkat) di antara 141 negara dalam Travel & Tourism Index Kompetitif oleh World Economic Forum. Dengan mengamankan posisi di atas 30, kepariwisataan Indonesia mendapat pengakuan global sebagai tujuan terkemuka di dunia.

Pariwisata ditakdirkan untuk menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Tahun ini, ada tiga fokus utama program kementerian pariwisata yaitu pariwisata digital, mengembangkan program home stay di desa wisata dan menciptakan aksesibilitas perjalanan udara. Dengan berfokus pada aspek-aspek tersebut, diharapkan dapat meningkatkan tingkat TTCI Indonesia.

Sejalan dengan harapan pemerintah, penyelenggara BALI & BEYOND TRAVEL FAIR (BBTF) 2018 telah memutuskan untuk mengangkat tema tahun ini Exploring The Colours of Indonesia. BBTF mengundang para pakar yang akan membahas peluang, tren pasar hal keragaman budaya Indonesia. Tarian memukau, budaya, tradisi dan wisata alam menggoda dari gunung berapi yang tinggi, gulungan gelombang tak berujung, panjang pantai pasir putih membentang, ratusan sungai berliku mengiris sawah hijau, hutan menutup puncak saujana, keindahan bawah air dan kehidupan liar yang sangat menghipnotis dari ujung barat ke ujung timur, dan masih banyak lagi.

BBTF dikenal sebagai pameran tour dan travel internasional terkemuka di Indonesia, BBTF membawa sellers dan buyers bertemu dalam ruang dan waktu untuk mengeklporasi produk industri pariwisata Indonesia. Ini adalah tahun ke-5 dari BBTF – acara yang digagas dan diselenggarakan oleh DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali diselenggarakan. BBTF 2018 akan diadakan di pusat pameran dan konvensi dari 26 – 30 Juni 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

BBTF mewakili spektrum pariwisata di semua tingkatan termasuk sektor perhotelan, operator tur atau agen perjalanan, organisasi pariwisata nasional, konvensi dan biro perjalanan, perusahaan teknologi perjalanan, MICE (pertemuan, insentif, konvensi dan pameran) dan perwakilan tujuan baru wisata regional.

Tantangan terbesar kami adalah untuk membangun sinergi yang harmonis antara semua entitas, pemerintah daerah dan semua sektor, sehingga menciptakan konsep Indonesia bergabung”, ujar Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya.

Link yang lemah harus ditangani dan diselesaikan segera, dengan mempertimbangkan model Penta-helix (berdasarkan lima pemangku kepentingan – bisnis, administrasi publik, warga setempat, akademisi dan modal). Kesuksesan Bali & Beyond Travel Fair sejak diluncurkan merupakan sinergi Penta-helix yang kita kerjakan. Hal ini semakin memotivasi kami untuk sepenuhnya mendukung BBTF, dengan track record yang luar biasa dan telah membuktikan kinerjanya sebagai pameran travel yang terkemuka di Indonesia.” tambahnya 

BALI & BEYOND TRAVEL FAIR 2018 bangga menjadi bagian dalam pertumbuhan pariwisata di Indonesia dan diakui sebagai terkemuka di Indonesia International Travel Fair. Kami telah memilih tema “Exploring the Colours of Indonesia” tahun ini karena kami percaya pada potensi Indonesia dimana Bali berfungsi sebagai market place,” papar I Ketut Ardana, Ketua DPD Asita Bali penyelenggara BBTF.

Tahun ini telah terdaftar sebagai peserta BBTF sebanyak 266 buyers dari 48 negara, 230 sellers termasuk dari 3 negara baru — Thailand, Vietnam dan Uni Emirat Arab — akan berpartisipasi , 33 media internasional, 21 media nasional dan 40 industri yang difasilitasi oleh Kabupaten Badung di area Badung paviliun. Selain itu BBTF 2018 juga akan menjadi tuan rumah pembicara yang membahas peluang, tren dan wawasan industri serta menyoroti keragaman warisan budaya Indonesia.

Peserta pameran, seller dan buyres difasilitasi Pre-Schedule Appointment (PSA) sebelum ajang bisnis antar buyers dan sellers diselenggarakan. Perusahaan, agen perjalanan, hotel & resort, operator kapal pesiar, perencana konvensi, pengelola tempat wisata dan buyer dapat memanfaatkan waktu dua setengah hari untuk meningkatkan pemasaran mereka di pasar Indonesia dan Asia Pasifik.

  Usai sesi B2B, penyelenggara juga menyiapkan program lanjutan untuk para delegasi. Mulai dari acara networking yang fantastis, berbagi program pengetahuan inspirasional, hingga pertemuan bisnis yang bermanfaat. Bali dipilih sebagai tempat penyelenggaran karena merupakan pintu gerbang ke wilayah lain Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Bali memiliki kontribusi mencapai 40% dari kunjungan wisman setiap tahun. BBTF 2018 akan menarik lebih dari 500 peserta termasuk mitra, peserta pameran, pembeli perdagangan perjalanan, pengunjung perdagangan dan jurnalis dari seluruh dunia. Pelajari lebih lanjut di www.bbtf.com. *BBTF

LEAVE A REPLY