BBDF 2016 Wisata Bahari Poros Bisnis Wisata Indonesia

0
271

PEMUTERAN, Bali, bisniswisata.co.id,- FESTIVAL,  salah satu alat promosi destinasi yang masih nilai efektif dalam pengembangan kepariwisataan Indonesia. Dan promosi tetap diperlukan meski suatu destinasi ‘’dinilai telah mapan’’, seperti apa yang dilakukan pelaku industri di kawasan Teluk Pemuteran. Mulai Minggu 23 s.d 26 Oktober digelar acara Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) 2016.

Festival dibuka Vinsensius Jemadu, Direktur Promosi Wilayah Asia Pasifik, Kementrian Pariwisata di dampingi Staf Ahli Mentri Kementrian Kelautan dan Perikanan RI Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga Suseno Suko Yuwono, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.OG, pionir dan tokoh lingkungan A. Prana, dengan menetapkan struktur biorock Bedawangnala dan mengguratkan cat pada kanvas.

BBDF ke dua ini mengambil tema Love our Sea, — cintai laut kita melalui gerakan langsung dengan konsep kebersamaan untuk tetap menjaga kelestarian pesisir serta tetap mengembangkan dan menjaga konservasi terumbu karang—, Bedawang Nala adalah icon konservasi yang di pilih pada tahun ini, memperkuat ikon Gajah Mina pada BBDF 2015. Bedawangnala menurut kepercayaan masyarakat di Bali sebagai lambang kekuatan penjaga keseimbangan alam beserta isinya.

Suksesi Desa Pemuteran dalam program konservasi terumbu karang sistem biorock tidak hanya mendapat penghargaan skala ASEAN, selain penghargaan dari UNDP, pada tahun 2016 memperoleh penghargaan dari lembaga pariwisata dunia UNWTO serta menjadi salah satu pilihan destinasi terbaik di Asia versi lonely planet. Adanya penghargaan ini membuat Desa Pemuteran makin banyak dikunjungi oleh wisatawan untuk mengenal lebih dekat serta dapat terlibat langsung tentang konservasi terumbu karang.

 

Milik Dunia

Desa Pemuteran menurut Suseno Suko Yuwono, tidak hanya milik Kabupaten Buleleng tetapi milik dunia. Meski panjang Teluk Pemuteran tidak lebih dari enam (6) kilo meter, konservasi terumbu karang yang telah dilakukan member dampak signifikan atas kesehatan ekosistem bawah laut Indonesia. “Dan pasti memberi nilai tambah bagi masyarakat setempat,” imbuhnya.

Seperti diketahui dari kurang lebih 75 ribu kilometer persegi ekosistem terumbu karang dunia diperkirakan member nilai ekonomis lebih dari 1,6 milyar dolar per tahun.

“Sangat prospek, jika menjadikan wisata bahari sebagai poros maritim kepariwisataan Indonesia, mendukung komitmen Negara,’’ papar Yuwono lebih lanjut.

kuliner

Selain kegiatan konservasi terumbu karang, BBDF tahun juga menggelar pertunjukan seni budaya — hiburan kesenian tradisi, kontemporer mau pun modern dalam bentuk, sendratari, komedi,music, garapan kolosal — expo kuliner, industri pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM. * Dwi

LEAVE A REPLY