Bawa 77 Wisman, Kapal Pesiar Malta Merapat di Lovina Bali

0
197
Kapal pesiar Phinisi Malta singgah di Pantai Lovina Bali. (Foto: POS BALI ONLINE)

SINGARAJA, Bisniswisata.co.id: Kapal pesiar asal negara Malta mengunjungi objek wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali, dengan membawa puluhan wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di daerah itu.

“Total dari laporan yang ada tercatat membawa penumpang dan awak kapal sejumlah 77 orang wisatawan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Nyoman Sutrisna, di Singaraja, Rabu (23/8).

Kapal pesiar kelas menengah tersebut baru tiba pada Rabu siang. Para penumpang langsung turun ke darat dengan menikmati pasir hitam yang ada di Lovina. “Beberapa kalangan wisatawan langsung berjemur di pinggir Pantai Lovina. Beberapa di antaranya mengunjungi objek wisata di dekat Lovina,” tutur dia.

Lovina, kata Sutrisna, menjadi salah satu destinasi wisata paling sering dikunjungi wisatawan dengan mode kapal pesiar asal berbagai negara di dunia. Selain memang karena sudah dikenal di berbagai negara, Lovina tetap menjadi tujuan paling dicari karena objek wisata kerumunan lumba-lumba yang selalu menjadi idola.

Kini, Lovina terus berbenah dengan keberadaan beberapa destinasi wisata baru di dekat pantai. Bahkan hingga wilayah destinasi wisata Kalibukbuk banyak berdiri hotel dan restoran yang juga menyajikan panorama dan hidangan khas.

“Buleleng memiliki sesuatu yang berbeda dengan objek wisata di Bali bagian selatan. Mungkin itu yang menarik para wisatawan datang dan berkunjung ke wilayah kami,” kata dia.

Tempat wisata pantai Lovina merupakan salah satu tempat wisata yang menyajikan atraksi lumba-lumba. Tempat wisata di Bali Utara ini selalu ramai dikunjungi wisatawan untuk melihat lumba-lumba tersebut secara dekat. Tidak seperti di Pantai Keramas yang menyajikan atraksi lumba-lumba di dalam kolam, berbeda dengan lumba-lumba di pantai Lovina selain bisa menyaksikannya hewan jinak di alam bebas.

Untuk bisa melihat atraksi lumba-lumba secara dekat di pantai Lovina, harus ke tengah laut sebelum matahari terbit dengan menyewa sebuah perahu nelayan milik warga setempat. Pantai Lovina berada berbatasan dengan Laut Bali sehingga perairan ini lebih tenang.

Wisatawan bisa pergi ke tengah perairan dengan menggunakan perahu nelayan. Para nelayan di pantai ini dengan senang hati akan mengantar untuk menyusuri laut untuk bisa menyaksikan lumba-lumba menari-nari dan melompat-lompat. Namun anda jangan terlalu berharap 100% untuk dapat melihat lumba-lumba di alam bebas dan tergantung faktor alam. Waktu yang terbaik untuk melihat hewan lumba lumba tersebut pada saat musim kemarau (sekitar bulan April – Oktober).

Selain lumba-lumba, Lovina ada tempat melestarikan terumbu karang sehingga pemandangan biota bawah lautnya sungguh menawan hati dengan ikan hiasnya yang hidup dan berkembang biak dengan baik. Di Lovina bisa melakukan kegiatan menyelam untuk melihat keindahan taman laut Pantai Lovina ini secara dekat dengan menyewa alat selam yang tersedia di sekita kawasan pantai Lovina. (*/BBS)

LEAVE A REPLY