Batiqa Hotel ciptakan branding batik untuk membuat tamu terkesan

0
1361

CIREBON, test.test.bisniswisata.co.id:  Rileks sambil menyantap makan Nasi Jamblang atau Empal Gentong  di Fresqa Bistro, Batiqa Hotel Cirebon  setelah beraktifitas seharian di kantor maupun di luar kantor, rasanya sangat menyenangkan.

Fresqa Bistro yang terletak di lobby, menjadi bagian dari fasilitas Batiqa Hotel. Selain  menyajikan kuliner tradisional khas Cirebon, juga menyediakan hidangan peranakan Indonesia Cuisines, Asian Cuisines, dan Western Cuisines.

“Tempat ini bisa dikunjungi masyarakat umum, bukan tamu hotel saja. Mereka bisa menikmati berbagai menu makanan yang khas dan favorit bagi tamu yang kebanyakan dari kalangan pelaku bisnis ini,” kata Catleya Parengkuan, General Manager, Batiqa Hotel Cirebon, pekan lalu.

Dalam pelayanan di Batiqa Hotel, jelas dia,  di dukung dengan sistem IT (Information Technology) yang menunjang sehingga para pelayan hotel menggunakan iPad setiap kali menerima pesanan makanan atau minuman dari tamu. “Pelayanan untuk food and beverage sudah memakai sistem paperless. Begitu ada pesanan, di-klik langsung terkoneksi ke bagian dapur dan bar. Sistemnya sudah terintergrasi,” paparnya.

Catleya Parengkuan, General Manager, Batiqa Hotel Cirebon di  Fresca Bistro
Catleya Parengkuan, General Manager, Batiqa Hotel Cirebon di Fresca Bistro

Catleya mengatakan Batiqa Hotel memiliki 108 kamar, terdiri dari 97 kamar superior dan 11 kamar suite. Dilengkapi berbagai fasilitas, seperti meeting room berkapasitas 250 orang, Gym Center, pelayanan massage and spa, dan Wi-Fi berkecepatan tinggi selama 24 jam.

“Kami juga memberikan fasilitas antar jemput tamu dari dan ke stasiun kereta, serta mengantar ke lokasi obyek wisata bersejarah kota Cirebon yang didampingi pemandu wisata,” jelasnya.

Batiqa Hotel hadir dengan konsep dan inspirasi dari batik khas Cirebon. Mulai dari nama, ‘Batiqa’ yang sebenarnya punya arti batik dalam dialog Cirebonan. “Nama ‘Batiqa’ diambil dari kata batik. Berawal dari kata batik ini, kami akhirnya terinspirasi untuk menjadikan konsep dalam penciptaan branding hotel ini,” ungkapnya.

Dari konsep batik, lanjut dia, hotel bintang tiga ini berupaya menciptakan branding dalam setiap sudut ruang. Mulai dari pintu masuk lobby, tampak di dinding belakang recepsionist didominasi dekorasi kayu warna coklat dengan bermotif batik khas Cirebon. Kemudian lorong menuju lift setiap lantai, juga dihiasi pajangan kayu yang dibalut kain batik Cirebonan. “Melalui branding batik, kami ingin membuat tamu-tamu yang menginap di hotel ini memiliki kesan yang mendalam,” cetus dia.

Dari sejarahnya, menurut Catleya, batik Cirebon Megamendung sebenarnya sudah ada sejak zaman kerajaan. Batik Megamendung, melambangkan awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan. Konon kisah Megamendung ini masih terkait dengan sejarah kedatangan orang Tionghoa di Cirebon. Salah satunya wanita Tionghoa bernama Ong Tie, yang kemudian menikah dengan Sunan Gunung Jati.

Corak batik Cirebon lebih kuat melukiskan garis-garis gambaran air yang melambangkan kehidupan pesisir. Karena kehidupan masyarakat Cirebon matapencariannya banyak dari laut. Sehingga garis-garis air yang menjadi goresan batik Cirebon lebih menonjol dan terkesan klasik. Selain motif Megamendung, juga ada batik bergambar Keris, Singa Payung, dan Singa Barong.

Melalui penciptaan branding batik ini, Batiqa Hotel ingin mengenalkan seni dan budaya Cirebon kepada pelanggan hotelnya. Meskipun hotel ini sendiri dirancang untuk segmen pasar kalangan business travellers. “Orang bisnis yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya, butuh waktu rileks. Kami ingin menyenangkan waktu rileks mereka lewat sentuhan seni batik,” ucapnya.

Batiqa Hotel menjadikan batik sebagai media untuk pendekatan pesan kepada pelanggannya. Ini terlihat di lobby, ada outlet UKM yang menjual batik Cirebon. “Tamu hotel bisa membeli langsung ke seorang perajinnya. Kalau dulu mereka bisa membeli Batik Cirebonan di pasar tradisional dan jalan-jalan trotoar kota Cirebon, kini mereka bisa memperolehnya di lingkungan hotel” ujarnya. (arifrmedia@yahoo.com)

 

 

LEAVE A REPLY