Banyuwangi Buka Peluang Investasi Perhotelan

0
743
Desk Reception hotel

BANYUWANGI, bisniswisata.co: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menyatakan masih membuka peluang investasi di bidang perhotelan mengingat tingkat kunjungan wisatawan yang mencapai 300% tahun lalu.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan meski membuka peluang investasi, tetapi Pemkab Banyuwangi membatasi kelas hotel yakni minimal bintang tiga atau hotel budget maupun hotel butik. Hal tersebut, dilakukan agar tempat-tempat wisata Banyuwangi tidak memilik kesan yang negatif apabila memiliki banyak hotel melati.

“Kalau tidak di atur, wisata akan cenderung negatif dan kotor. Oleh karena itu hotel melati atau hotel transit tidak kami izinkan. Sedangkan hotel melati yang sudah ada sebelumnya, kami wajibkan untuk meng upgrade hotelnya,” katanya seeprti dilansir laman Bisnis.com, Senin (20/10/2014).

Anas menambahkan tingkat kebutuhan hotel di Banyuwangi sangat tinggi dan tidak sebanding dengan tingkat kedatangan wisatawan baik lokal maupun asing. Bahkan, dalam event tertentu banyak wisatawan yang tidak tertampung sehingga harus menyewa hunian di rumah-rumah penduduk.

Adapun tingkat kunjungan wisatawan asing ke Banyuwangi pada 2012 tercatat mencapai 4.000 orang, dan pada 2013 tercatat 19.700 orang. Sedangkan wisatawan domestik tercatat pada 2012 yakni 850.000 orang dan pada 2013 tercatat 1,5 juta orang. Tahun ini, Pemkab Banyuwangi menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik bisa tumbuh 300%.

“Untuk wisatawan domestik ini memang belum mampu dicatat secara sempurna, karena ada yang menggunakan transportasi kereta, mobil pribadi bahkan tidak menginap di hotel alias menginap di rumah saudaranya. Namun tahun ini kami menargetkan 3 juta orang, ini sejalan dengan infrastruktur jalan maupun bandara Blimbingsari yang terus kami bangun,” jelas Anas.

Selain bidang perhotelan, Pemkab Banyuwangi juga membuka investasi untuk wisata pendukung. Namun, kata Anas, Banyuwangi lebih mendorong pembuatan wisata yang berhubungan dengan alam.

Dia menambahkan, dengan mengembangkan pariwisata diharapkan bisa mendorong industri kreatif seperti munculnya pusat oleh-oleh khas Banyuwangi. “Kalau untuk pengembangan wisata buatan yang diperuntukan bagi anak-anak masih bisa karena skalanya kan kecil, tapi kami fokus pengembangan alam dengan mendorong adanya resort seperti di Ubud dan Kintamani Bali,” ujar Anas. ****

LEAVE A REPLY