Banyak Pohon Tumbang, Ditutup Lima Objek Wisata Alam di Lembang

0
44
Curug-Pelangi Lembang (Fotto: Ade-Pachrizal-Dolaners)

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Siklon Tropis Dahlia menghantam kawasan wisata alam di Lembang, Bandung Barat. Akibatnya, banyak pohon ukuran besar bahkan sudah tua tumbang. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus membahayakan wisatawan, tercatat ada lima objek wisata alam yang dikelola oleh Perum Perhutani ditutup sementara.

Kelima objek wisata yang ditutup sementara, antara lain PAL 16, Cikole Jayagiri Resort, Curug Pelangi, Curug Layung, dan Orchid Forest. Penutupan ini memang membuat wisatawan yang terlanjur datang untuk mengisi liburan panjang, terpaksa kembali lagi.

“Penutupan objek wisata alam ini, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyebutkan cuaca ekstrim akan terjadi di wilayah Bandung Raya selama beberapa hari ke depan,” papar Polhut KRPH Cikole Perum Perhutani, Mulyana seperti dilansir laman PikiranRakyat,com, Sabtu (02/12/2017).

Diakuinya, angin kencang yang terkadang disertai dengan hujan dikhawatirkan dapat mengakibatkan pohon tumbang. Walaupun belum ada laporan wisatawan yang terkena pohon tumbang, tempat wisata terpaksa ditutup sementara waktu supaya tidak mencelakai wisatawan.

“Kawasan wisata ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Bersama sejumlah anggota SAR, kami juga bersiaga di berbagai lokasi wisata Perhutani, sehingga jika ada kejadian pohon tumbang bisa segera dilakukan penanganan,” kata Mulyana di Posko Tanggap Darurat Bencana Cikole.

Penutupan objek wisata Perhutani, kata dia, dilakukan sejak Kamis 30 November 2017 kemarin, ketika beberapa pohon pinus tumbang oleh angin kencang. Dia pun memastikan tak ada pengunjung yang masuk ke objek wisata Perhutani di sekitar Lembang, kendati sejumlah pengunjung menyesalkan penutupan tersebut

“Sejak Jumat pagi tadi sudah banyak pengunjung yang mau masuk. Namun, setelah kami jelaskan bahwa penutupan sementara ini terpaksa kami lakukan karena faktor cuaca, para pengunjung pun akhirnya bisa mengerti dan memakluminya. Soalnya, penutupan ini juga kan buat keselamatan pengunjung juga,” katanya.

Dijelaskan, objek wisata yang dikelola Perhutani pada umumnya ditumbuhi pohon pinus yang berusia tua sehingga rawan tumbang jika terkena cuaca yang buruk. Bahkan, pada Kamis lalu ada pohon yang tumbang menimpa sebuah mobil Land Rover yang sedang diparkir. Oleh karena itu, kendaraan pun tidak diperkenankan diparkir di sekitar tempat wisata.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Bandung Tony Agus Wijaya menyatakan, siklon tropis dahlia diperkirakan masih aktif sampai Minggu 3 Desember 2017, tetapi arah gerak lintasannya akan semakin menjauh dari wilayah Indonesia, sehingga dampaknya pun akan semakin berkurang.

“Angin kencang yang kemarin dan hari ini terjadi itu karena terdapat siklon tropis dahlia di laut yang ada di barat daya Bengkulu. Terdapat daerah belokan angin dan kelembaban udara yang tinggi di sekitar Jawa Barat, sehingga terbentuk awan hujan dan peningkatan kecepatan angin di sekitar Bandung Raya,” kata Tony, Kamis kemarin.

Berdasarkan pantauan BMKG sampai Kamis, 30 November 2017, jam 13.00, kecepatan angin maksimum mencapai 65 kilometer per jam dan bergerak ke arah timur dengan kecepatan gerak 20 kilometer per jam. Posisi siklon tropis dahlia pada Jumat ini sudah lebih jauh dibandingkan Kamis lalu, dan akan semakin menjauh dalam beberapa hari ke depan. (PR)

LEAVE A REPLY