Bango Lakukan Regenerasi Kuliner Nusantara

0
448

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Melestarikan warisan kuliner nusantara sudah menjadi komitmen bagi brand kecap Bango. Mengingat setiap tahun, Bango menggelar Festival Jajanan Bango. Dan tahun 2017, ada inovasi baru dengan cara mencari wajah baru atau regenerasi di dunia kuliner tradisional. Regenerasi ini memiliki peran penting. Selain untuk melestarikan juga mengantisipasi gempuran kuliner internasional yang makin marak.

Langkah Bango, diawali dengan pencarian 40 start-up kuliner nusantara dari berbagai wilayah Indonesia, dimana pada tanggal 7 dan 8 Februari 2017, para start-up menjalani proses penjurian yang dilakukan tiga pakar di bidang kuliner dan wirausaha, yaitu: Arie Parikesit (pengamat dan penggiat komunitas pelestarian kuliner nusantara), Chef Degan Septoadji (Chef ternama yang banyak memfokuskan diri pada penyajian hidangan khas nusantara), dan Harjono Sukarno (pakar pengembangan ekonomi kreatif).

“Bango melihat saat ini generasi muda sangat kreatif dalam mengolah dan menyajikan makanan tradisional, serta memiliki berbagai strategi jitu dalam mempublikasikan usaha kuliner nusantara yang mereka geluti. Kami percaya mereka memiliki potensi besar untuk berkembang, dan yang lebih penting lagi, berkontribusi dalam regenerasi pelestarian kuliner nusantara,” terang Hernie Raharja, Foods Director PT. Unilever Indonesia Tbk di Jakarta, Selasa (07/03/2017).

Dikatakan, upaya regenerasi oleh Bango ini mendapat dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf RI) sebagai bentuk kolaborasi pihak Pemerintah dan swasta dalam memajukan kuliner nusantara di tingkat nasional maupun dunia. Kolaborasi ini sejalan misi Bekraf RI memberikan perhatian khusus untuk menumbuhkan wirausaha kuliner baru di Indonesia agar kuliner nusantara mampu meningkatkan perekonomian lokal dan menjadi sumber devisa bagi negara.

Masa mendatang, lanjut dia, Bango berharap dapat bekerjasama lebih erat lagi dengan Bekraf RI untuk menjangkau lebih banyak pelaku start-up kuliner di berbagai wilayah nusantara dalam upaya memperkaya ilmu yang mereka miliki, membentuk networking, sharing dengan mentor yang berpengalaman di bidang kuliner maupun bisnis, dan memantapkan produk dan model bisnis yang mereka miliki.

Bagi 20 finalis, Bango akan menganugerahi mereka dengan penghargaan “Duta Regenerasi Kuliner Nusantara” sebagai bentuk apresiasi akan dedikasi mereka dalam melestarikan warisan kuliner nusantara. Penghargaan ini tentunya akan menjadi sarana promosi yang jitu bagi perkembangan usaha mereka. Dari 20 finalis yang telah terpilih ini, Bango menggelar voting secara nasional di beberapa platform digital Bango, yaitu situs www.bango.co.id dan facebook Bango Warisan Kuliner.

Para pecinta kuliner dapat langsung memilih start-up favorit mereka sehingga akhirnya akan terpilih 10 start-up favorit yang kemudian akan dihadirkan dalam perhelatan Festival Jajanan Bango 2017 tanggal 6-7 Mei 2017 mendatang di ICE BSD, Tangerang. Setelah proses penjurian, telah terpilih 20 finalis yang berhak untuk melanjutkan ke tahap pemilihan berikutnya.

“Dalam penjurian, komponen yang kami nilai cukup menyeluruh soal autentisitas dalam menyajikan makanan tradisional yang mereka jagokan, komitmen terhadap pelestarian warisan kuliner nusantara, semangat mengembangkan usaha mereka, business plan yang baik, kemungkinan mengembangkan usaha di wilayah-wilayah lainnya, penggunaan sarana IT atau digital dalam pengembangan usaha, jaminan kualitas dan keamanan dalam pengolahan makanan, keunikan hidangan, dan lainnya.” kata Arie Parikesit.

Chef Degan menambahkan kekagumannya terhadap kreativitas generasi muda yang ikut dalam penjurian ini, bahkan dipercaya untuk menilai hidangan dari sisi kelezatan, autentisitas, dan juga keamanannya untuk dikonsumsi. Sangat membanggakan bahwa sebagian besar dari para start-up ini masih menjaga keautentikan citarasa hidangan mereka.

“Modifikasi hidangan yang mereka lakukan cukup unik namun masih menjaga nilai autentisitas, dan kebanyakan justru berkreasi dalam hal penyajiannya sehingga lebih praktis dan mudah diterima oleh generasi yang lebih muda.” tambahnya.

Komentar senada datang dari Harjono Sukarno yang menilai aspek bisnis yang dijalankan oleh para start-up. “Mereka memiliki wawasan serta strategi bisnis yang baik, visi yang jelas, serta sangat paham bagaimana cara memaksimalkan aset yang mereka miliki untuk membesarkan usaha mereka, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan publikasi yang kini terbukti makin efektif,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dengan bisa ikut serta Festival Jajanan Bango 2017 akan menambah exposure mereka, dua tahun lalu saja ada 160 ribu pengunjung FJB,” tutur Kaninia Radiatni, Senior Brand Manager Kecap Bango. (endy)

LEAVE A REPLY