Bandung Zoo Coreng Citra Pariwisata Paris Van Java

0
759
Kandang Harimau yang kotor dan jorok (foto: citizenmagz.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kecewa berat pada pengelola Kebun Binatang Tamansari Bandung (Bandung Zoo). Pasalnya sebagai salah satu destinasi wisata di kota Kembang, tidak malah membentuk citra buruk bagi kota dengan sebutan Paris Van Java.

Kebun Binatang Bandung belakangan ini memang mendapat sorotan karena tidak menyediakan fasilitas yang layak untuk pengunjung, bahkan hewan-hewannya. Pekan lalu, seekor gajah mati karena terbengkalai.

“Secara kasat mata, semua infrastruktur di Kebun Binatang Bandung kurang memenuhi standar. Itu akhirnya membuat citra buruk untuk kota Bandung,” papar Ridwan Kamil saat ditemui di acara Bukalapak Forum Indonesia Muda, di Jakarta, Senin (16/5).

Diakuinya, pemerntah kota Bandung tak bisa berbuat banyak dengan Bandung Zoo, lantaran Kebun Binatang itu dimiliki oleh pribadi.

“Kita berharap pengelolaan Kebun Binatang Bandung lebih profesional. Kalau memang tidak sanggup dan penuh masalah, sampaikan permohonan bantuan, ini yang tidak dikerjakan,” lontarnya.

Dilanjutkan, jika memang tidak bisa ngurus sendiri dan dimintain permohonan bantuan, pemerintah bisa turun tangan. “Kalau sekarang kan susah, pemerintah tidak bisa turun tangan karena itu kebun binatang pribadi,” kata pria yang akrab disapa Kang Emil.

Pemerintah Kota Bandung juga mengajukan permohonan agar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera melakukan audit kelayakan Kebun Binatang tersebut. “Saat ini kita terus berdialog dengan pengelolanya dan maping persoalan hukum dari kasus ini,” sambungnya.

Kebun binatang yang berdiri tahun 1930, kini memiliki 62 jenis satwa seperti gajah, harimau, buaya Irian, siamang, lutung merah, kanguru, singa dan lainnya. Juga hewan langka bisa dijumpai seperti komodo, harimau putih, orangutan, dan beruang madu.

Kebun Binatang ini didirikan oleh kumpulan bernama Bandoengsch Park (BZP) yang mendapat pengesahan Gubernur Hindia Belanda No. 32 Tanggal 12 April 1933. Mulanya, nama kebun binatang ini ialah Derentuain (Bahasa Belanda) yang artinya taman hewan.

Agustus 1957, BZP oleh para anggota perkumpulannya dibubarkan dan kekayaannya dilikuidasi oleh yayasan Margasatwa Tamansari (Bandung Zoological Garden). Dan tempat wisata ini berganti nama menjadi Kebun Binatang Tamansari Bandung.

Perjalanan waktu kondisi kebun binatang tidak malah bagus, malah amburadul. Wisatawan yang datang kecewa karena kondisinya tidak senyaman dulu. Kondisi hewan tak terurus dengan baik
sehingga terlihat jadi kurus kering.

Selain itu, Kebun binatang ini nampak kotor, kumuh, jorok karena sampah berserakan di mana-mana, bahkan kandang hewan pun kotor dengan sampah. Ini menunjukkan dua kemungkinan, petugas kebun binatang sudah capek menangani sampah dan kesadaran pengunjung masih rendah. Meski disebut sebagai warga Bandung yang intelek, namun buang sampah saja payah. (endy)

LEAVE A REPLY