Bandara Riyadh Beri Layanan Khusus Pembantu Rumah Tangga

0
33
Bandara Internasional Riyadh

RIYADH, Bisniswisata.co.id: Bandara Riyadh Arab Saudi meluncurkan layanan baru mengantarkan para pekerja rumah tangga perempuan yang tiba dari luar negeri langsung ke rumah majikan mereka.

Otorita Bandara Riyadh, selaku pengelola Bandara Internasional Raja Khalid Arab Saudi, memasang gambar di akun Twitter resminya yang menunjukkan kabin pesawat terhubung langsung dengan ruang tamu sebuah rumah yang aman da nyaman.

Gambar itu disertai kalimat: “Dengan pelayanan Tawsalak, kami menerima pekerja rumah tangga (perempuan) dari pesawat terbang dan membawanya ke rumah Anda.”

Terjemahan nama layanan itu adalah “Ia akan mendatangi Anda”. Calon pengguna dapat mengakses layanan melalui telepon dan membayar biaya untuk mengantar pekerja tersebut di rumah mereka.

Kendati demikian, layanan tersebut mendapat tanggapan beragam di antara pengguna Twitter di Arab Saudi. Walaupun beberapa pengguna mengatakan perusahaan tersebut menolong para majikan agar tidak sampai mencari pekerja barunya di bandara yang sibuk, lainnya mempertanyakan apakah layanan itu memperlakukan pembantu rumah tangga layaknya benda.

“Apakah mereka diperlakukan seperti muatan?” tanya seorang pengguna Twitter sebagaimana dikutip BBC.com, Selasa (8/8/2017). Sementara yang lain mengisyaratkan bahwa layanan ini mungkin berguna untuk mencegah pendatang baru “kabur”.

Arab Saudi mengandalkan ratusan ribu pembantu rumah tangga dari luar negeri, sebagian besar dari Indonesia dan negara-negara Asia selatan. Semua pekerja asing di Arab Saudi memerlukan izin sponsor untuk masuk dan ke luar negeri, dan diperlukan waktu hingga enam bulan untuk mendapatkan visa.

Kelompok hak asasi manusia mengeluh bahwa pekerja asing sering mengalami kondisi buruk. Mereka tidak dapat berganti majikan atau meninggalkan negara itu tanpa izin dari majikan mereka.

Ada pasar gelap yang berkembang di antara para pekerja migran yang telah melarikan diri dari majikan mereka, namun mereka tidak dapat meninggalkan negara tersebut karena peraturan di Arab Saudi mengharuskan mereka mengantongi izin keluar. (*/BBC)

LEAVE A REPLY