Bandara Mangkrak, Turis Asing ke Bintan Via Flight Transit Singapura

0
420
Bandara Bintan Mangkrak sejak tahun 2012 (Foto: Panoramio)

BINTAN, Bisniswisata.co.id: Potensi wisata Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) luar biasa, bahkan berpotensi menjadi wisata domestik internasional. Tercatat, tiap tahun sekitar 2 juta wisatawan asing berkunjung ke Bintan, menjadikannya destinasi nomor empat di Indonesia terbanyak dikunjungi wisatawan asing.

Sayangnya, sekitar 70 % wisatawan asing mengunjungi tempat-tempat wisata di Bintan Kepri melalui penerbangan transit di Singapura kemudian dilanjutkan kapal laut langsung ke tempat wisata Kepri seperti misalnya ke Bintan Resort di Lagoi Pulau Bintan barat dan utara.

“Pengembang kawasan wisata resor di Bintan berambisi membangun dan mengoperasikan bandara yang murni milik swasta. Bandara itu akan dijadikan bandara internasional dengan landasan panjang dan berskala besar agar bisa mengakomodasi penerbangan langsung dengan pesawat jet berbodi lebar,” papar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso dalam keterangan tertulis, Ahad (11/02/2018).

Hal ini mengingat, lanjut dia, faktor efisiensi kursi menjadikan parameter dominan dalam menetapkan harga tiket yang identik dengan paket-paket wisata. “Memperhatikan keinginan swasta didukung finansial untuk berinvestasi di Bintan, pemerintah mendorong realisasi rencana itu dengan memberikan kemudahan berinvestasi yang menggabungkan operasi bersama antara Bintan Airport dengan Bandara Tanjungpinang,” sarannya.

Dilanjutkan, langkah yang diambil pemerintah ini mengembangkan sektor pariwisata tingkat internasional di Kepulauan Riau. “Manakala skema kerja sama ini berjalan, ini merupakan bandar udara yang betul-betul didanai swasta murni dalam pembangunanya mulai dari nol atau biasa kita sebut dengan green field,” lontarnya.

Menurutnya, dengan adanya bandar udara representatif juga dekat dengan tempat wisata bertaraf internasional di Bintan diharapkan mendorong wisatawan asing untuk dapat terbang langsung ke Indonesia. “Jika turis asing dapat terbang langsung ke Kepri, akan menambah devisa bagi Indonesia. Sekaligus Bintan bisa dijadikan hub wisata Indonesia sekiranya swasta bisa mengembangkan network-nya” ucapnya.

Saat ini sekitar resort wisata internasional di Lagoi, Bintan, sedang dibangun sebuah bandar udara. Pembangunan sejak 2012 hingga kini mangkrak. Alasannya izin yang diperoleh adalah izin bandara khusus sehingga tidak bisa melayani penerbangan komersial internasional. “Hal ini menyebabkan pembangunan bandara tersebut menjadi tersendat,” katanya.

Disarankan agar bandara bisa menjadi bandara komersial internasional, pengelola bandara agar kerja sama operasi (KSO) dengan PT Angkasa Pura 2 sebagai pengelola Bandara Raja Haji Fisabilillah Bintan yang bertaraf komersial internasional.

“Jadi nantinya pengelolaan operasional bandaranya menjadi satu. Demikian juga pengelolaan navigasi penerbangannya juga jadi satu. Di bandara baru tersebut bisa didirikan sub tower ATC yang menginduk pada tower ATC Bandara Raja Haji Fisabilillah. Jarak kedua bandara tersebut tidak jauh sehingga masih bisa dilakukan kerja sama tersebut. Kerja sama seperti itu juga sudah jamak dilakukan di dunia penerbangan internasional,” sambungnya. (Redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY