Bandara Lombok Kembali Ditutup

0
167

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: AirNav Indonesia, perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) memutuskan untuk menutup Bandara Internasional Lombok Praya, karena terdampak abu erupsi Gunung Agung di Bali.

“AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) Nomor B9033/17 mengenai penutupan Bandara Internasional Lombok Praya, mulai pukul 10.37 WITA estimasi sampai dengan 24.00 WITA akibat dampak sebaran debu vulkanik Gunung Agung,” ujar Sekretaris Perusahaan AirnavIndonesia, Didiet Radityo, dalam keterangannya diterima Bisniswisata.co.id, Kamis (30/11/2017).

Minggu (26/11/2017), Kementerian Perhubungan memerintahkan operator Bandara Lombok berhenti beroperasi, menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Agung di sekitar lokasi. Abu mengepung bandara dikhawatirkan mengganggu penerbangan dari dan menuju bandara Lombok. Namun, pada Senin (27/11), Bandara Lombok kembali beroperasi kembali karena sebaran abu vulkanik dari Gunung Agung mulai menjauh dari bandara.

AirNav Indonesia sebelumnya menyatakan, erupsi Gunung Agung sejauh ini hanya mempengaruhi navigasi udara Bali dan berpotensi mengganggu penerbangan di Lombok saja.

Hal senada juga diungkapkan Corporate Secretary PT Angkasa Pura I, Israwadi. “Kami pastinya sudah siap mengantisipasi atas penutupan kembali Bandara Lombok International Airport sesuai dengan Standard Operating Procedure, publik maupun para calon penumpang dapat melakukan komunikasi di Saluran Resmi PT Angkasa Pura I (Persero),” tulis Israwadi, dalam keterangan resmi.

Bandara Lombok secara resmi ditutup pada Kamis (30/11), pukul 10.37 WITA sampai dengan pukul 00.00 WITA. Penutupan Bandara Lombok dilakukan setelah dilaksanakannya rapat kordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah IV, Airlines, Ground Handling, Airnav Indonesia serta BMKG hari ini, mengacu data VAAC; plotting ASHTAM 30 November 2017 pukul 08.00 WIB.

Dari data, sebaran abu vulkanik Gunung Agung mengarah ke arah selatan dan tenggara, dengan kecepatan 10 knots dengan ketinggian dari permukaan sampai dengan FL210. “Angkasa Pura I menyiapkan Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang saat ini sudah beroperasi sebagai bandara alternate untuk pengalihan penerbangan menuju Lombok,” tutup Israwadi.

Direktur Operasional AirNav Wisnu Darjono mengatakan, ruang udara di wilayah Indonesia lainnya masih aman dari abu Gunung Agung. Kendati demikian, kondisi aman akan terjadi jika arah angin masih tetap berhembus ke selatan dan erupsi yang lebih besar tidak muncul.

Menurut pantauan AirNav, angin kemungkinan besar paling jauh hanya mengarah ke tenggara, dan diperkirakan hanya berimbas pada navigasi udara Nusa Tenggara Barat saja.

“Jika memang erupsinya sudah berhenti dan anginnya tetap sesuai saat ini, maka dalam enam hingga tujuh jam abu vulkanis mengarah ke selatan. Namun, jika erupsi masih berlangsung, maka selama 24 jam abunya akan mengganggu penerbangan ke Bali. Kalau anginnya ke tenggara, maka akan mempengaruhi Lombok,” papar Wisnu. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY