Bandara Haji Asan Sampit kian Terjepit

0
917

AMPIT, test.test.bisniswisata.co.id:  Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kian terjepit akibat asap yang kian pekat menutup landasan pacu. Bandara Haji Asan Sampit ditutup sementara hingga dalam batas waktu yang belum ditentukan demi keselamatan penerbangan.

“Jika kondisi kabut asap semakin pekat maka tidak menutup kemungkinan bandara akan ditutup sementara, sebab tidak mungkin pesawat akan mendarat kalau landasan pacunya tidak kelihatan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kotim, Rustam Fuadi di Sampit.

Kini, aktivitas penerbangan mulai terganggu, terutama untuk jadwal penerbangan pada pagi hari akibat kabut asap menutup landasan pacu. Kabut asap yang menutupi bandara Haji Asan Sampit cukup pekat. Sehingga, mengakibatkan jarak pandang tidak dapat maksimal, yakni di bawah satu kilo meter. “Kita berharap kabut asap tidak menebal, sehingga aktivitas penerbangan bisa berjalan meski sedikit terganggu,” katanya.

Terhadap hal ini, Kepala bandara Haji Asan Sampit, Edison M Saragih membenarkan jika aktivitas penerbangan saat ini mulai terganggu kabut asap. “Sejumlah jadwal penerbangan baik itu untuk kedatangan maupun keberangkatan di bandara Haji Asan Sampit terpaksa harus ditunda karena landasan pacu tertutup kabut asap,” ungkapnya seperti diunduh laman Antara, Senin (8/9/2014).

Batas minimal keselamatan penerbangan, jarak pandang di landasan pacu antara 1,6 hingga 2 kilometer. Sementara, jarak pandang di bandara Haji Asan Sampit, terutama pada pagi hari dalam beberapa hari terakhir di bawah satu kilometer.

Sementara kebakaran lahan di Kabupaten Kotim hingga saat ini terus terjadi. Bahkan, kondisi  semakin tidak terkendali dan  dapat memicu semakin menebalnya kabut asap. Kebakaran lahan tidak hanya terjadi di wilayah luar kota saja, namun juga banyak di sekitar pemukiman penduduk.

Sulitnya dikendalikan kebakaran lahan di Kabupaten Kotim diduga kuat akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan. *

LEAVE A REPLY