Bali Fashion Trend 2018, 80 Desainer Siap Unjuk Gigi

0
147
Aksi peragawati di Bali Fashion Trend (Foto: okezone.com)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Bali Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Denpasar kembali mengadakan Bali Fashion Trend 2019. Sekitar 80 desainer akan menunjukkan karyanya di ajang yang berlangsung pada 11-13 Mei 2018 di TS Suites, Seminyak, Bali.

Bali selalu menjadi destinasi wisata yang eksotis, baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik. Selain keindahan alam yang elok, Bali juga memiliki begitu banyak potensi bisnis baik di bidang pariwisata maupun bidang lainnya, termasuk fashion.

Bisnis fashion pun berkembang cukup baik di Bali, secara privat maupun garmen. Maklum saja, fashion tak terlepas dari kegiatan leisure di Pulau Dewata. Baik pasar lokal maupun internasional merupakan pasar potensial di Bali. Para pencinta mode Bali maupun wisatawan mancanegara sama-sama antusias dengan produk fashion Bali, selain juga memesan langsung kepada para perancang busana di Bali.

Seperti dilansir laman Liputan6.com, National Chairman IFC Ali Charisma mengatakan, Bali Fashion Trend 2019 kali ini mengusung tema “Look to The East”. Tema tersebut diharapkan membuat tren para desainer lokal untuk bangga dan cinta dengan budaya ketimuran, bukan terbawa pengaruh kebaratan.

“Budaya ketimuran harus diyakini bagus dan mampu besaing dengan budaya barat. Kita harus yakin menjadi diri sendiri yaitu orang Indonesia, orang Asia. Jangan sampai kita kebarat-baratan tapi orang barat justru mengambil inspirasi dari timur, itulah yang melatarbelakangi tema Look to The East,” kata Ali Charisma di Bali, Jumat (11/5/2018).

Setelah empat tahun diselenggarakan, Bali Fashion Trend sudah memberikan perkembangan signifikan pada industri fashion, terutama di Bali sendiri. Menurut Ali, kini desainer lokal sudah lebih banyak menggunakan bahan lokal, begitu juga dengan inspirasi dan look busananya.

Kurasi dalam Bali Fashion Trend pun juga lebih mengedepankan desainer-desainer yang mampu mengangkat nilai-nilai lokal. Atau paling tidak, terinspirasi dari budaya ketimuran dan dibuat di Indonesia. Kini 80 persen desainer dalam karyanya memakai bahan lokal.

Untuk buyer sendiri sendiri, setiap tahun mengalami kenaikan. Dengan adanya informasi yang lebih baik lagi melalui media sosial maupun media mainstream, penjualan setiap tahunnya naik. Apalagi didukung dengan adanya TStore yang memfasilitasi para desainer lokal untuk penetrasi pasar. (LEO)

LEAVE A REPLY