Bali Benahi Infrastruktur Wisata Kapal Pesiar

0
107

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Salah satu tujuan wisata utama Indonesia, Bali terus membenahi potensi wisatanya, termasuk membangun infrastruktur untuk kapal pesiar. Kali ini, di Bali Utara atau lebih tepatnya di Pelabuhan Celukan Bawang akan dibangun pengembangan fasiltas kapal pesiar mulai Desember.

“Fasilitas baru ini akan mampu menampung kapal cruises besar yang mengangkut sebanyak 5.000 penumpang di dermaga kedalaman 11 meter. Terminal baru mampu menangani 2.500 pengunjung pada suatu waktu,” kata Penasihat Khusus Menteri Pariwisata, Indroyono Soesilo, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (12/8/2017).

Proyek yang akan dilakukan oleh perusahaan pengelola pelabuhan milik negara PT Pelindo III ini akan dimulai pada Desember 2017 dan diharapkan selesai akhir Maret 2018. “Pelabuhan Celukan Bawang memiliki kedalaman alami sehingga tidak perlu dilakukan pengerukan. Lahan yang luas juga bisa menampung ratusan kendaraan yang akan membawa wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata,” ungkapnya.

Juga memiliki kolam Labuh Timur berukuran 662 x 150 meter dengan kedalaman 11 meter, dan kolam labuh Barat berukuran 900 x 150 meter, dengan kedalaman 4 meter.

“Dengan bisa berlabuhnya kapal cruises yang membawa ratusan penumpang ini, maka estinasi wisata di Bali Utara seperti Pantai Lovina, Danau Beratan, Kebun Raya Bedugul, Taman Nasional Bali Barat, Pulau Menjangan juga akan dapat dioptimalkan serta membuka kemungkinan pengembangan destinasi-destinasi baru di kawasan tersebut,” jelas Indroyono.

General Manager Pelindo III Celukan Bawang, Made Rusly Sunia Jaya, mengatakan hingga kini sudah ada kapal-kapal pesiar yang berlabuh di Celukan Bawang seperti Silver Whisper dan Seabourne Encore yang berpenumpang sekitar 2.000 hingga 3.000 orang.

Menurut dia, saat ini Celukan Bawang masih terlalu kecil untuk kapal pesiar sebesar Royal Carribean (berkapasitas 4.000 orang), namun ada potensi pengembangan di dalamnya.

“Untuk berwisata ke Bali Utara, melalui pelabuhan Celukan Bawang, ada alternatif jalur udara, lewat Banyuwangi dan menyeberang dengan ferry satu jam saja. Jadi destinasi wisata seperti Batur UNESCO Global Geopark di Kintamani dan Singaraja bisa cepat berkembang,” ujar Made. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY