Balap Kuda Tradisional Dongkrak Kunjungan Wisatawan Perbatasan

0
125
Pacuan Kuda di Pantai-tanjung Bastian TTU NTT (Foto: Kompas.com)

KEFAMENANU, NTT, Bisniswisata co.id: Pacuan Kuda Tradisional di Kecamatan Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki potensi luar biasa dalam mendongkrak kunjungan wisatawan di kawasan ini. Karena itu, sport toursim ini terus dikembangkan apalagi Kabupaten Timor Tengah Utara ini berbatasan dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

“Even ini kini semakin digemari oleh masyarakat dan wisatawan negara perbatasan yang hobi balap kuda. Kami terus mengembangkan even balap kuda ini sebagai even tahunan yang pertama kali digelar tahun 2005. Tujuannya agar dapat menarik banyak wisatawan masuk ke NTT,” kata Bupati TTU, Ray Fernandez, di Kefamenanu, seperti dilansir laman Antara, Ahad (6/8/2017).

Selain itu, Lomba pacuan kuda untuk memberi hiburan kepada rakyat sekaligus untuk melestarikan kembali budaya pacuan kuda, karena populasi kuda saat ini semakin hari semakin berkurang. “Dengan pacuan kuda ini kita mengharapkan kepada masyarakat untuk kembali memelihara dan melestarikan kembali budaya juga membina keakraban antara sesama pemilik kuda, pemelihara kuda dan juga masyarakat,”.

Pada balap kuda di Wini –garis perbatasan Indonesia dengan negara Timor Timur, di pantai utara Pulau Timor– diikuti hampir semua pencinta balap kuda dari seluruh NTT. Sejak lama telah ada stadion pacuan kuda di Tanjung Bastian itu.

Bahkan yang memastikan hadir juga dari Manado, Nusa Tenggara Barat, serta dari negara tetangga. “Pacuan kuda ini sudah berlangsung 14 tahun dan semakin banyak peminatnya. Oleh karena itu, kami juga tengah berusaha memperindah dan memperbaiki lintasan pacuan agar lebih bagus dan aman saat para joki bertanding dengan kuda-kudanya,” kata Fernandez.

Lomba pacuan kuda biasanya digelar di tempat yang konvensional. Namun di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT memang sangat berbeda. Perbedaanya bisa menyaksikan lomba pacuan kuda di pinggir pantai, tepatnya di Tanjung Bastian, Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara.

Selain menikmati balapan kuda, juga bisa bisa menikmati pantai yang masih asli dengan panorama alam pantai yang indah, jurang karang, pasir putih, pepohonan bakau yang dihuni kelelawar dan kawanan kera dengan latar belakang deretan gunung-gunung Kolboki dan Bastian.

Menariknya, para pengunjung juga diberi kebebasan menonton pacuan kuda dari berbagai sudut pandang yang dianggap menarik dan nyaman. Jika ingin terlindung dari sinar matahari, tersedia tribun penonton yang mampu menampung ribuan orang dengan latar belakang pantai.

Jika menonton dari pantai terbuka, latar belakang pemandangannya adalah deretan gunung terjal yang cantik. Sementara itu, pilihan lainnya yang tak kalah menarik yaitu, penonton bisa menikmati atraksi kuda pacu dari kejauhan, yakni berada di atas Gunung Bastian.

Tidak sulit menjangkau puncak gunung itu, karena telah tersedia anak tangga dibangun secara permanen oleh pemerintah setempat. Pantai Tanjung Bastian sendiri berjarak sekitar 67 kilometer dari Kota Kefamenanu (ibu Kota Kabupaten TTU) dan dapat ditempuh kurang lebih satu jam setengah jam perjalanan dengan menggunakan angkutan umum, pedesaan, rental maupun ojek.

Arena pacuan kuda itu pun sangat strategis, karena berada persis di jalur perlintasan kendaraan asal Timor Leste, baik dari Distrik Oekusi menuju Dili (ibu kota negara Timor Leste) maupun sebaliknya. Karena itu, para penonton yang hadir untuk menyaksikan pacuan kuda, bukan hanya warga setempat, tetapi wisatawan dari negara Timor Leste. (*/BBS)

LEAVE A REPLY