Australia Keluarkan Travel Advice, Indonesia Aman Dikunjungi Wisatawan

0
455
Bali masih jadi daya tarik utama wisatawan (Foto: shutterstock.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: AUSTRALIA mencium adanya aksi teror yang akan terjadi di Indonesia. Karena itu, pemerintah Australia mengeluarkan Travel Advice atau menetapkan

status larangan kunjungan ke Indonesia. Larangan ini termasuk high degree of caution yang berarti hati-hati tingkat tinggi. Australia menilai serangan teroris itu menyerang sejumlah wilayah tanah air, salah satunya destinasi wisata Bali.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menilai pemerintah telah mengetahui peringatan dari Australia tersebut. Oleh sebab itu, peringatan dari Negeri Kanguru tersebut akan dijadikan masukkan bagi pemerintah Indonesia untuk lebih waspada, dalam menanggapi travel advice (imbauan perjalanan) yang kembali dikeluarkan Pemerintah Australia terhadap Indonesia.

“Pemerintah telah menditeksi secara keseluruhan bahwa terhadap hal tersebut tentunya pemerintah Indonesia menerima, sekaligus menjadi bahan kami untuk bersiap dini dalam mengantisipasi aksi teroris,” papar Pramono di Istana Negara, Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Politisi senior PDIP memastikan Indonesia sangat aman dikunjungi wisatawan dari negara manapun, karena pemerintah senantiasa menjaga keamanan dan kenyamanan negara. Bahkan aparat keamanan terus sigap dalam mengantisipasi aksi teror.

“Sikap siaga aparat keamanan itu, terbukti dari peristiwa Thamrin kemarin hanya 3 jam menangani teroris, kemudian pemerintah telah berhasil (menangani) melalui kepolisian terutama dan BNPT berhasil untuk mengurai dari jaringan yang ada,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, adanya peringatan berkunjung yang kembali dikeluarkan oleh negara kangguru ini tetap menjadi masukan untuk terus meningkatkan keamanan di Indonesia. Bahkan memberikan perlindungan bagi wisatawan asing yang datang ke Indonesia.

“Ya, pokoknya (peningkatan keamanan) ini sudah dilakukan. Tentunya, kewaspadaan kepada semua hal jadi tidak perlu kemudian ada hal yang berlebihan. Makanya, kenapa sekarang sikap pemerintah yang berkaitan dengan RUU tentang pencegahan terorisme dan deradikalisasi ini supaya bisa cepat diselesaikan,” jelasnya. (*e)

LEAVE A REPLY