Asita: Banyak Pemda Belum Jadikan Pariwisata Sebagai Prioritas

0
194
Desa Wisata di Sleman diminati turis Belanda (Foto: http://www.amrantrans.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar menilai banyak Pemerintah Daerah (Pemda) di Indonesia belum menjadikan pariwisata sebagai skala prioritas. Pariwisata hanya dilihat sebagai sektor tambahan, sehingga tidak memiliki fokus yang jelas dalam pengembangan pariwista daerah.

“Padahal pariwisata cenderung naik, tidak ada krisis seperti komoditas. Orang yang berwisata itu karena pendapatan baik, kesejahteraannya baik. Pariwisata hanya terganggu oleh bencana alam atau keamanan,” ungkap Asnawi Bahar seperti dilansir laman Bisnis.com, Jumat (16/12/2016).

Asnawi berpendapat pariwisata memiliki dampak yang luas seperti menciptakan lapangan kerja, pemerataan distribusi pendapatan, mendorong pertumbuhan bisnis kerajinan dan lainnya. Dicontohkan wisata Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, tidak memiliki fasilitas yang layak. Kapal yang dikelola masyarakat belum memadai untuk kualitas layanan yang baik.

Kalimantan Timur masih terus mengandalkan komoditas dan abai untuk potensi destinasi wisata. “Kami tidak melihat pemerintah Kaltim serius mengelola pariwisata khususnya kapal yang dikelola masyarakat. Bagi Kaltim itu seharusnya masalah kecil,” tambahnya.

Asnawi mengatakan program 10 Destinasi Wisata Prioritas seharusnya memacu pemerintah daerah di 10 destinasi tersebut untuk menjadikan pariwisata sebagai suatu prioritas pembangunan daerah, Keseriusan itu tecermin dari persiapan SDM, alokasi pendanaan, hingga membangun kesadaran masyarakat untuk bersama memanfaatkan peluang pada sektor pariwisata.

“Jadi pariwisata harus jadi salah satu sektor prioritas. Daerah yang tidak kembangkan pariwisatanya akan menyesal karena akan terus tertinggal karena arus wisatawan ini terus meningkat,” tandasnya.

Data Kementerian Pariwisata mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui 19 pintu masuk utama pada September 2016 mencapai 1,07 juta wisman, meningkat 9,40% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015. Secara kumulatif, untuk periode Januari hingga September 2016, total wisman yang masuk ke Indonesia mencapai 8,36 juta atau naik 8,51% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015. (*/BIO)

LEAVE A REPLY