Asian Games Dongkrak Okupansi Kamar Hotel

0
26
Kamar hotel

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asian Games 2018, di Jakarta dan Palembang dimulai pada 18 Agustus 2018, bakal meningkatkan kinerja hotel bahkan mampu mendongkrak okupansi kamar hotel di wilayah DKI Jakarta, Palembang, Bandung juga kota besar lainnya yang dipakai untuk pelaksanaan pesta akbar olahraga di benua Asia.

“Asian Games dapat mendongkrak tingkat hunian hotel di Jakarta juga Palembang serta hotel lainnya yang kotanya dipakai ajang perolehan prestasi bidang olahraga,” lontar kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/7/2018).

Diproyeksikan okupansi hunian hotel pada tahun 2018 akan naik mencapai 75%, meningkatkan dibandingkan tahun 2017 yang rata-rata okupansi hotel berbintang di Jakarta sebesar 63,26% atau naik 5% dibandingkan 2016 sebesar 58,29%.

Kenaikan yang sangat signifikan tersebut juga akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisma) atau inbound ke Jakarta.
Tercatat, Tahun 2017 jumlah wisman ke Jakarta sebanyak 2,65 juta pengunjung naik 5,81% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 2,51 juta wisman. Dengan adanya kenaikan di okupansi hotel diharapkan juga akan menambah catatan jumlah wisman ke Jakarta dan Palembang,

Secara umum, lanjut dia, kuartal II-2018 ini diperkirakan tidak ada pasokan hotel baru, dan sampai dengan 2020 diperkirakan pasokan hotel di ibukota didominasi oleh hotel bintang tiga. Berbagai hotel bintang tiga, mayoritas dioperasikan operator hotel independen antara lain karena pemiliknya tidak mau terikat dengan “sharing revenue” bila tergabung dengan rantai jaringan hotel internasional.

Menyinggung kinerja hotel, diakui pada bulan Mei atau berselarasan dengan bulan puasa, aktivitas bisnis di hotel menurun, dan diharapkan kinerjanya akan mulai membaik di bulan Juli ini. Selain penyelenggaraan Asian Games pada Agustus, pihak hotel juga diperkirakan bakal bersiap diri guna menghadapi persiapan Pemilu pada tahun 2019.

“Saat ini, kalangan pengelola hotel cenderung untuk menjaga harga agar menjaga tamu tetap memilih hotel tersebut, khususnya tamu korporasi,” sambungnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY