ASEAN Open Sky, Maskapai Butuh Dua Insentif Fiskal

0
421

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: MENGHADAPI ASEAN Open Sky pada Desember 2015, maskapai penerbangan nasional masih membutuhkan dua insentif fiskal tambahan dari pemerintah untuk meningkatkan daya saing.

“Kedua insentif fiskal tersebut berupa penghapusan bea masuk untuk impor suku cadang dan komponen pesawat serta keringanan untuk pajak operating lease pesawat,” papar Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Arif Wibowo di Jakarta, seperti dikutip laman Bersitasatu.com, Senin (02/11/2015).

Sebenarnya, sambung dia, pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan daya saing maskapai penerbangan nasional guna menghadapi Open Sky. Beberapa kebijakan itu antara lain pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk impor pesawat dan suku cadangnya hingga penurunan harga avtur.

“Tetapi, kami sebenarnya menginginkan lagi agar bea masuk-nya juga dibebaskan serta untuk pajak operating lease pun bisa dibantu pemerintah (untuk diringankan),” terang Arif.

Dilanjutkan, pemangku kebijakan pun menerapkan adanya pembebasan bea masuk untuk impor empat komponen pesawat. Tetapi, hal tersebut masih perlu dibuat petunjuk pelaksanaannya. “Kami masih meminta untuk pelaksanaan teknisnya diperjelas karena itu prosesnya hampir sama dalam mengurus bea masuk ditanggung pemerintah,” terang Arif. (*/end)

LEAVE A REPLY