Asap Menghantui, Garuda Terpaksa Delay

0
1102

BALIKPAPAN, test.test.bisniswisata.co.id: Kabut asap terus menghantui wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur. Pesawat Garuda dari Bandara Sepinggan Balikpapan tujuan Palangkaraya-Pontianak pun mengalami keterlambatan pemberangkatan (delay) untuk mengindari kabut asap. Jadwal terbang pesawat dengan nomor penerbangan GA 7522 itu, seharusnya pukul 06.15 Wita. Namun hingga kini belum ada kabar kepastian keberangkatannya.

” Ada masalah weather (cuaca buruk) kabut asap. Kita belum umumkan karena belum ada estimasi dari sana (Palangkaraya-Pontianak),” ujar seorang petugas Garuda di Balikpapan, Selasa (01/09/2015).

Penumpang terpaksa harus menanti lebih lama dengan duduk diruang tunggu bandara. ” Kalau alasan alam kita enggak berikan kompensasi. Tapi pesawat sudah siap semua,” ucap petugas tersebut.

Seorang penumpang tujuan Pontianak, Adam (33), menunggu sejak pukul 03.30 Wita. Ia tidak mengetahui alasan penundaan keberangkatan. “Enggak ada pengumuman. Saya menunggu saja,” tuturnya seperti dikutip laman okezone.com.

Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Udara Kualanamu Deliserdang, Sumatera Utara. Sebanyak tiga penerbangan Selasa 1 September, tertunda akibat asap kebakaran hutan dan lahan di Sumatera. Satu penerbangan di antaranya maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 266 tujuan Palembang.

Data dari Operasional Bandara Kualanamu menyebutkan, tiga penerbangan tertunda keberangkatannya akibat bandara tujuan tertutup kabut asap. Selain GA 266, dua penerbangan yang tertunda yakni Air Asia QZ 8040 tujuan Palembang, dan Garuda Indonesia GA 263 tujuan Pinangsori, Sibolga.

Karhutla yang terjadi di Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau, menyebabkan asap menyelimuti langit Sumatera. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pun tertutup kabut. Penerbangan terpaksa ditunda hingga kabut menepi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan jarak pandang di Bandara Kualanamu terpantau 2.000 meter hingga 2.500 meter.
(redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY