Ary Ginanjar : Jaga Citra Islam Sebagai Agama Damai

0
515

Polisi berkalung sorban mengamankan aksi damai berbagai ormas di Jakarta. ( Foto: FKA ESQ)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Aksi damai berbagai organisasi Islam dan masyarakat yang digelar hari ini yang dikenal sebagai Aksi 4 November 2016 setelah sholat Jumat merupakan peluang bagi umat Islam di Indonesia menunjukkan pada dunia bahwa Islam adalah agama yang damai, kata DR ( HC) Ary Ginanjar Agustian hari ini ( 4/10).

“ Perlihatkan pada dunia bahwa Muslim di Indonesia dan dimanapun di dunia bahwa agama kami, agama Islam bukanlah agama pemarah dan keras. Buktikan tidak ada anarkis pada demo damai hari ini dengan penuh santun dan damai sehingga pesan akan sampai dan memviral keseluruh belahan dunia,” kata Ary Ginanjar di sela-sela persiapan New Chapter Training ESQ 165 di Grha Menara 165.

Menurut pendiri ESQ Learning Center ( ESQ LC) sekaligus Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni ( FKA) ESQ, sebagai training center dan pendidik pihaknya sejalan dengan sikap tegas Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap dugaan penistaan Alquran.

“ESQ LC tentunya ikut berperan dengan menyikapi sebagai seorang guru yang harus memberikan cahaya dan arahan bagi para alumninya yang turun ke jalan hari ini baik dari masyarakat hingga para polisi yang mengamankan jalannya demonstrasi,”

Selama 16 tahun berdiri dengan lebih dari 1,5 juta alumni di Indonesia dan sekitar 500.000 alumni tersebar di seluruh dunia, Ary Ginanjar mengatakan 7 Dasar Budi Utama yang diajarkan melalui training diimplementasikan oleh para petugas keamanan yang mengawal demo hari ini.

“ Polisi hingga tingkat kecamatan itu sudah training ESQ sehingga menghadapi demo besar-besaran hari ini kita sudah lihat persiapan dari anggota Brimob Jabar yang apel dengan berkalung sorban dan songkok/ peci di kepala sambil melatunkan Asmaul Husna,” kata Ary.

Tayangan video dan foto polisi di Indonesia yang akan mengamankan jalannya demonstrasi sudah memviral didunia maya. Ary sangat yakin seluruh peserta demo akan melakukan aksi damai dan santun sehingga Islam di Indonesia sebagai benteng terakhir peradaban Islam di dunia maupun citra Islam agama Rahmatan lil Alamin terjaga.

“Peristiwa hari ini jujur membawa kenangan saya saat berada di puncak bukit Istana Alhambra, Andalusia beberapa tahun lalu saat berkunjung ke Spanyol. Saya menyadari kepedihan umat Muslim lebih dari 700 tahun yang lalu ketika benteng terakhir peradaban Islam di Etopa itu di runtuhkan oleh Raja Ferdinan”.

Menurut Ary dalam konteks mempertahankan peradaban Islam dan fenomena campur tangan asing yang terjadi di Siria, Irak dan Afghanistan saat ini misalnya, maka umat Islam Indonesia terutama yang hari ini menuntut proses dan penegakan hukum penistaan agamanya agar tidak terprovokasi oleh para provokator di sekelilingnya.

“Sampaikan demo dengan cara santun dan terus berzikir melatunkan Asmaul Husna selama di lapangan sehingga jika ada agenda politik lain yang coba-coba mau ikut mendompleng bahkan isu skenario Islam di Indonesia akan bernasib sama dengan Siria bisa ditepiskan,” ( Hilda Ansariah Sabri).

LEAVE A REPLY