Ary Ginanjar: Belief Dan Values Bentuk Karakter Seseorang

0
111

Ary Ginanjar saat memimpin training di Menara 165

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Karakter seseorang sangat tergantung dari keyakinan ( belief) dan nilai-nilai ( values) dalam dirinya. Oleh karena itu training ESQ New Chapter menuntun peserta menemukannya karena menjadi dasar perjalanan hidup seseorang, kata Ary Ginanjar Agustian, pimpinan ESQ Leadership Center hari ini.

“Selama tiga hari dari 23-25 Febuari 2018,  Training  ESQ New Chapter angkatan ke 6 ini akan membantu peserta menemukan belief dan values system dalam dirinya sehingga bisa hidup bahagia, sejahtera dan bebas dari ketakutan,” tambahnya.

Menurut Ary Ginanjar, kegiatan yang berlangsung di Menara 165 ini  diikuti sedikitnya 500 peserta dari berbagai kota di Indonesia maupun dari negri jiran seperti Singapura dan Malaysia.

Training ESQ 165 New Chapter adalah pembaruan dari training ESQ sebelumnya yang telah berusia 16 tahun. Perubahan tersebut antara lain pada desain dan teknologi sistem audio dan visual, juga dengan pendekatan psikologis terbaru.

Peserta bukan sekedar meningkatkan pengetahuan tetapi juga berupaya mendapat hidayah dari Allah karena keyakinan dan keimanan dalam dada adalah hakNya sebagai pencipta manusia dan alam semesta.

Di dunia Barat disebutkan sedikitnya ada enam kebutuhan manusia yaitu kepastian, ketidakpastian, terlihat, relasi dan cinta, pertumbuhan dan kontribusi. Manusia ingin kepastian, misalnya, hidupnya  pasti bahagia, pasti kaya dan seterusnya.

Manusia juga suka ketidakpastian karena itu selalu mencari tantangan baru untuk mendapatkan pengalaman berbeda. Manusia ingin terlihat karena itu kaum wanita suka dengan barang mewah. Hidup juga membutuhkan relasi dan cinta karena keseharian kita berinteraksi dengan orang lain hingga akhirnya membangun keluarga.

Orang juga suka pertumbuhan di segala bidang dan ingin peningkatan dalam hidup atau terus menggali pengetahuan. Setelah itu berkontribusi pada lingkungan dengan beragam kegiatan.

“Kebutuhan dasar yang belum disentuh dunia Barat adalah masalah spiritualitas. Nah dari perjalanan para Nabi alaihissalam yang hidup ribuan tahun lalu maka basic need human sudah termasuk spiritualitas,” jelas Ary Ginanjar, motivator yang juga pengusaha sejumlah jaringan bisnis termasuk mendirikan ESQ Business School.

Nabi Ibrahim A.S.harus menghadapi Raja Namrud yang membakar dirinya hidup-hidup tapi api tidak menjilat tubuhnya sehingga tetap selamat. Dia juga diperintahkan Allah harus memenggal kepala putra semata wayang yaitu Ismail namun tubuh Ismail tidak tersentuh sebaliknya yang terpotong adalah domba.

Nabi Ibrahim juga sudah memiliki belief dan value bahwa hanya Allah SWT yang mampu menghidupkan dan mematikan semua mahluk Nya. Allah SWT perintahkan Nabi Ibrahim AS untuk mencincang 4 burung dan diletakkan di empat bukit yang berbeda.

Setelah itu Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk memanggil keempat burung tersebut dan satu persatu terbang menghampiri sebagai bukti bahwa Allah SWT mampu mematikan dan menghidupkannya kembali.

Tak pernah puas

Kini orang tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka juga hidup dengan ketakutan sehingga dalam pelatihan ini

peserta diajak untuk mengubah paradigma mereka terhadap hidup dan masalah, dengan membongkar 7 core stressor utama yang dalam istilah ESQ disebut sebagai 7 belenggu mental atau 7 mental blok.

“Selama training peserta akan menemukan belief yang membuat seseorang memiliki ketangkasan atau daya tahan mental yang kuat serta value system dimana  perilaku dan langkah ke depan sangat ditentukan values.” kata Ary yang juga tokoh pembangunan karakter dan penggiat transformasi budaya perusahaan.

Output dari pelatihan adalah dimana peserta akhirnya menyadari siapa dirinya, dimana dan mau kemana tujuan hidupnya karena telah menemukan tauhid yang menyatakan keesaan Allah sehingga ketika menghadapi masalah maka sholat dan bersikap sabar yang utama dilakukan.

“Kalau orang Islam dengan melakukan sholat maka dia menjadi fokus, bergerak dan berucap sehingga mencapai kondisi ( state) dimana keadaan dari pikiran, emosi dan perasaan dalam kondisi terbaik untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya,” urainya.

Aktivitas di saat training dan rehat siang

Peserta

Pelatihan ESQ New Chapter angkatan 6 ini menggiring alumni training dari Malaysia, Karen Radzi dan seorang anaknya, Jovian dari Kuala Lumpur ikut serta dalam tiga hari sesi pelatihan. Selain Karen, sejumlah peserta dari negaranya serta dari Singapura juga hadir.

“Saya sudah ikut training-training ESQ sejak 10 tahun lalu. Khusus untuk  ESQ New Chapter di Kuala Lumpur juga sudah ikut dua kali tahun lalu. Sekarang ikut lagi mendampingi anak yang baru pertama kali ikut  Sebagai seorang pengusaha muda berusia 31 tahun saya ingin Jovian mampu menjadi pribadi yang lebih baik dengan spiritualitas tinggi,” kata Karen, ibu tiga anak.

Bagi Moh Bayu Akbar, 24, peserta training asal Medan  training ESQ New Chapter dengan suasana yang menyenangkan dan sistem audio visual menarik membuat waktu training selama 8 jam/ hari menjadi tidak membosankan.

“Saya sudah tiga kali ikut training ESQ dan selalu saja ingin belajar lagi. Sebagai sulung dari 5 bersaudara saya harus bisa memberikan keteladanan pada adik-adik,” kata pria yang mulai membangun start-up company dibidang keselamatan kerja.

Irma Susanti, 29,  peserta dari Semarang yang juga pengusaha batik tulis dengan brand Identix, mengatakan baru pelatihan di hari pertama saja dua sudah ingin memboyong suami dan keluarga untuk ikut training juga.

“ Saya baru pulang umroh dengan ESQ Tour dan langsung ikut training karena ingin mendapat pertumbuhan dari sisi kepribadian, spiritualitas dan pengetahuan,” tegas Irma sambil menambahkan akan membawa suami dan putrinya yang berusia 6 tahun untuk umroh Desember mendatang agar mendapatkan pengalaman spiritual seperti dirinya.

Kegiatan yang berlangsung di Menara 165 dengan tulisan Allah di puncaknya yang menyala di malam hari, kata Ary Ginanjar, merupakan tonggak lahirnya karakter bangsa dimana integritas spiritual dibangun.

“Target kami pada 2020 Indonesia memiliki SDM yang berkarakter . Bagaimana mengerjakan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas, menjadikan pekerjaan sebagai pengabdian, berprestasi tinggi disetiap pekerjaan karena Allah,” kata Ary Ginanjar.

LEAVE A REPLY