Arva School of Fashion Persembahkan Annual Fashion Show 2015

0
1196

SURABAYA, test.test.bisniswisata.co.id: Arva School of Fashion Surabaya menampilkan karya para desainer muda lulusannya, dengan mengusung tema “Emendation” di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis malam. Juga, mempersembahkan Fashion Design One Year 2015 Show dan Advance Diploma 2015 Show, yang menampilkan karya 45 desainer muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan satu tahun di Arva. Tiap desainer menampilkan 3 busana.

“Emendation berarti perubahan yang lebih bagus. Arva terus berkembang menjadi lebih baik dalam proses mendidik siswa dan kurikulumnya disusun berdasar tuntutan zaman. Kami memiliki visi agar Arva dikenal secara internasional dengan melakukan perbaikan internal dan menjalin hubungan yang lebih luas secara eksternal,” papar Herman Soegiharjo, Director Arva School of Fashion dalam keterangan tertulis, Jumat (04/12/2015).

Karya mereka dirancang dalam 5 sub tema, yaitu Critters Cove yang dirancang oleh 7 peserta ujian, Blossoms Efflorence yang menampilkan karya 10 peserta, Enigmatic Gloom dari 8 peserta, Burgeois Bourdoir dari 12 peserta dan Brimming Void dari 8 peserta.

Sedangkan Advance Diploma 2014 Show mempersembahkan karya 9 desainer muda lulusan Arva yang bekerja sama dengan First Media Design School. Mereka adalah Inayah Rabbani, Trivina Anggraini, Theresia Sastavia, Stephanie Go, Lisa Limanto, Natarima Sarasvati, Gaby Yosefa, Ifang Rahardjo dan Rhea Revren.

Mereka telah menyelesaikan pendidikan satu tahun di Arva dan satu tahun dengan First Media Design School. Karya mereka terbagi dalam 9 tema yang ditentukan oleh setiap siswa dengan ciri khas masing-masing. Tiap siswa menampilkan 6 busana.

Karya para siswa tersebut dirancang berdasarkan tren fashion Spring / Summer 2016. Sesuai dengan kebutuhan dunia mode, koleksi busana diluncurkan enam bulan sebelum saat pemasaran.

Critters Cove terinspirasi dari kenangan buruk pada masa kecil kita pada monster. Monster mewakili ketakutan kita pada kegelapan, keraguan dan kerusakan diri. Kita membangkitkan kekuatan untuk melawan semua rasa tersebut. Karikatur monster menjadi tidak menyeramkan lagi, namun menyenangkan dan mudah diingat karena dikemas secara modern. Tren ini juga memberikan energi baru yang penuh semangat dan perasaan menggebu atas masa kecil kita.

Blossom Efflorence menampilkan koleksi busana muslim yang mengeksplorasi daya tarik bunga yang bermekaran. Paduan antara pohon dan bunga dalam musim semi memberikan pancaran kebahagiaan pada pergantian musim. Akar yang berdiri tegak sebagai pondasi yang kuat dan bunga sebagai lambang kesucian yang lembut. Tercermin dalam siluet oversized yang dipadukan ilustrasi floral sebagai detail dan ornamen.

Enigmatic Gloom terinspirasi oleh penyihir dimana kekuatan jahat dihancurkan dan para penyihir melindungi diri dengan kekuatan sihir hitam. Sebagian dari mereka mengalami kematian secara fisik dan mental, namun sebagian bertahan hidup kemudian melanjutkan generasi. Para penyihir membangun komunikasi dengan kekuatan leluhur mereka dan berkeliaran di bumi dengan satu alasan yaitu pembalasan.

Burgeois Bourdoir membangun mimpi di dalam keromantisan bourdoir. Dengan aroma parfum dari kelopak bunga mawar dan lampu kaca yang redup membiaskan cahaya pada tirai sutra. Kosmetik yang mewah, kotak perhiasan berukiran perak dan butiran mutiara tersebar di meja marmer. Mencerminkan kehidupan sehari-hari seorang wanita yang bergelimang kemewahan selamanya.

Brimmingvoid terinspirasi oleh seni beladiri Jepang yaitu Aikido dan Kyudo, dengan gerakan yang halus tetapi menunjukkan tenaga dan kekuatan. Meliputi dimensi fisik, spiritual dan moral dengan fokus pengembangan diri, perasaan puas akan keberhasilan. Koleksi ini memancarkan kekuatan dalam fluid siluet dengan sentuhan yang feminin dan maskulin. Menunjukkan semangat dalam pertempuran dengan filosofi yang anggun dan siap untuk bertempur. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY